Judul : Santapan Rohani -- Selalu Mendampingi
link : Santapan Rohani -- Selalu Mendampingi
Santapan Rohani -- Selalu Mendampingi
Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974
Ayub 30–31 ; Kisah Para Rasul 13:26-52
Dengan gugup, Mi’Asya berjalan menuju mimbar untuk berpidato dalam upacara wisuda kelas 5 dengan disaksikan oleh 30 teman sekelasnya dan orangtua mereka. Sementara kepala sekolah menyesuaikan ketinggian mikrofon dengan tinggi badan Mi’Asya, ia justru berbalik membelakangi mikrofon dan hadirin. Orang-orang berusaha memberi Mi’Asya dorongan dengan membisikkan: “Ayo Nak, kamu bisa melakukannya.” Namun ia bergeming. Lalu seorang teman sekelas Mi’Asya berjalan ke depan dan berdiri di sisinya. Akhirnya Mi’Asya pun membacakan pidatonya bersama-sama sang kepala sekolah dan sahabat yang mendampinginya. Sungguh suatu contoh dukungan yang luar biasa!
Musa membutuhkan pertolongan dan dukungan di tengah pertempuran melawan Amalek (Kel. 17:10-16). “Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya [dengan memegang tongkat Allah di tangannya], lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek” (ay.11). Ketika Harun dan Hur melihat apa yang terjadi, mereka berdiri di samping Musa, “seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain” dan menopang kedua belah tangan Musa saat ia penat. Dengan dukungan mereka, kemenangan pun diperoleh pada saat matahari terbenam.
Kita semua saling membutuhkan dukungan. Sebagai saudara seiman dalam keluarga Allah, kita memiliki begitu banyak kesempatan untuk saling menguatkan di tengah perjalanan iman yang kita tempuh bersama. Allah juga hadir di tengah-tengah kita untuk memampukan kita supaya dapat saling menguatkan dengan anugerah-Nya.
Bacaan Alkitab hari ini dimulai dengan dua detail yang kelihatannya tidak penting; “Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim.” Orang Amalek adalah sepupu jauh orang Israel. Mereka adalah keturunan Abraham dan Ishak dari Esau (Kej. 25:23; 36:12,16). Rafidim merupakan tempat orang Israel bersungut-sungut kepada Musa dan menyesali keputusan mereka meninggalkan Mesir (Kel. 17:1-7). Situasi orang Israel yang berada di antara tempat perbudakan dan tanah perjanjian itu telah mendesak mereka untuk menghadapi keraguan dan pertanyaan mereka: “Apakah Allah menyertai kita? Dapatkah Allah membebaskan kita?” Ketika peperangan berkecamuk, jelaslah bahwa Israel berjaya manakala Musa mengangkat tinggi tongkatnya—benda yang mewakili kuasa dan kehadiran Allah. Allah tidak pernah mengabaikan mereka dan sanggup memberi mereka kemenangan.
Bagikan pendapat Anda tentang renungan hari ini di Facebook.
Anda bisa memberikan dampak yang berarti.
Persembahan kasih seberapa pun memampukan kami untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup.

Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat diterima dan dimengerti oleh semua orang.
Visi kami adalah melihat orang-orang dari segala bangsa mengalami persekutuan pribadi dengan Kristus, bertumbuh semakin menyerupai Dia, dan melayani di jemaat lokal yang merupakan anggota keluarga-Nya.
Copyright © 2016, Our Daily Bread Ministries, Grand Rapids, MI 49555 USA. Diperlukan izin tertulis dari Our Daily Bread Ministries untuk meneruskan atau menyebarluaskannya.
Anda menerima email ini karena alamat email Anda tercantum dalam daftar pembaca Santapan Rohani.
Berkomunikasi melalui email memampukan kami untuk mengabari Anda tentang perkembangan pelayanan dan penawaran materi kami secara lebih cepat dan hemat biaya.
Jika Anda tidak ingin lagi menerima Santapan Rohani melalui email, silakan klik di sini.
Demikianlah Artikel Santapan Rohani -- Selalu Mendampingi
Anda sekarang membaca artikel Santapan Rohani -- Selalu Mendampingi dengan alamat link https://beritayangterkini.blogspot.com/2016/07/santapan-rohani-selalu-mendampingi.html
0 Response to "Santapan Rohani -- Selalu Mendampingi"
Post a Comment