KLIK IKLAN

KLIK IKLAN

Santapan Rohani -- Selalu Mendampingi

Santapan Rohani -- Selalu Mendampingi - Hallo sahabat Berita Terkini, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Santapan Rohani -- Selalu Mendampingi, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Santapan Rohani -- Selalu Mendampingi
link : Santapan Rohani -- Selalu Mendampingi

Baca juga


Santapan Rohani -- Selalu Mendampingi

       
Selalu Mendampingi
Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain. —Keluaran 17:12

Baca: Keluaran 17:8-16

17:8Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. 17:9Musa berkata kepada Yosua: 'Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku.' 17:10Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit. 17:11Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. 17:12Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. 17:13Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.
17:14Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 'Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit.' 17:15Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya: 'TUHANlah panji-panjiku!' 17:16Ia berkata: 'Tangan di atas panji-panji TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek turun-temurun.'


Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

Dengan gugup, Mi’Asya berjalan menuju mimbar untuk berpidato dalam upacara wisuda kelas 5 dengan disaksikan oleh 30 teman sekelasnya dan orangtua mereka. Sementara kepala sekolah menyesuaikan ketinggian mikrofon dengan tinggi badan Mi’Asya, ia justru berbalik membelakangi mikrofon dan hadirin. Orang-orang berusaha memberi Mi’Asya dorongan dengan membisikkan: “Ayo Nak, kamu bisa melakukannya.” Namun ia bergeming. Lalu seorang teman sekelas Mi’Asya berjalan ke depan dan berdiri di sisinya. Akhirnya Mi’Asya pun membacakan pidatonya bersama-sama sang kepala sekolah dan sahabat yang mendampinginya. Sungguh suatu contoh dukungan yang luar biasa!

Musa membutuhkan pertolongan dan dukungan di tengah pertempuran melawan Amalek (Kel. 17:10-16). “Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya [dengan memegang tongkat Allah di tangannya], lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek” (ay.11). Ketika Harun dan Hur melihat apa yang terjadi, mereka berdiri di samping Musa, “seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain” dan menopang kedua belah tangan Musa saat ia penat. Dengan dukungan mereka, kemenangan pun diperoleh pada saat matahari terbenam.

Kita semua saling membutuhkan dukungan. Sebagai saudara seiman dalam keluarga Allah, kita memiliki begitu banyak kesempatan untuk saling menguatkan di tengah perjalanan iman yang kita tempuh bersama. Allah juga hadir di tengah-tengah kita untuk memampukan kita supaya dapat saling menguatkan dengan anugerah-Nya.


Siapa yang bisa Anda bantu hari ini? Atau mungkin Anda sendiri sedang membutuhkan dukungan? Siapa yang bisa Anda mintai pertolongan?
Dorongan semangat sekecil apa pun dapat membangkitkan harapan.
Wawasan:
Bacaan Alkitab hari ini dimulai dengan dua detail yang kelihatannya tidak penting; “Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim.” Orang Amalek adalah sepupu jauh orang Israel. Mereka adalah keturunan Abraham dan Ishak dari Esau (Kej. 25:23; 36:12,16). Rafidim merupakan tempat orang Israel bersungut-sungut kepada Musa dan menyesali keputusan mereka meninggalkan Mesir (Kel. 17:1-7). Situasi orang Israel yang berada di antara tempat perbudakan dan tanah perjanjian itu telah mendesak mereka untuk menghadapi keraguan dan pertanyaan mereka: “Apakah Allah menyertai kita? Dapatkah Allah membebaskan kita?” Ketika peperangan berkecamuk, jelaslah bahwa Israel berjaya manakala Musa mengangkat tinggi tongkatnya—benda yang mewakili kuasa dan kehadiran Allah. Allah tidak pernah mengabaikan mereka dan sanggup memberi mereka kemenangan.

Bagikan pendapat Anda tentang renungan hari ini di Facebook.

Anda bisa memberikan dampak yang berarti.

Persembahan kasih seberapa pun memampukan kami untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup.

DONASI
Our Daily Bread Ministries

Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat diterima dan dimengerti oleh semua orang.

Visi kami adalah melihat orang-orang dari segala bangsa mengalami persekutuan pribadi dengan Kristus, bertumbuh semakin menyerupai Dia, dan melayani di jemaat lokal yang merupakan anggota keluarga-Nya.

Copyright © 2016, Our Daily Bread Ministries, Grand Rapids, MI 49555 USA. Diperlukan izin tertulis dari Our Daily Bread Ministries untuk meneruskan atau menyebarluaskannya.


Anda menerima email ini karena alamat email Anda tercantum dalam daftar pembaca Santapan Rohani.
Berkomunikasi melalui email memampukan kami untuk mengabari Anda tentang perkembangan pelayanan dan penawaran materi kami secara lebih cepat dan hemat biaya.

Jika Anda tidak ingin lagi menerima Santapan Rohani melalui email, silakan klik di sini.
 

[2016-07-05]


Demikianlah Artikel Santapan Rohani -- Selalu Mendampingi

Sekianlah artikel Santapan Rohani -- Selalu Mendampingi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Santapan Rohani -- Selalu Mendampingi dengan alamat link https://beritayangterkini.blogspot.com/2016/07/santapan-rohani-selalu-mendampingi.html

0 Response to "Santapan Rohani -- Selalu Mendampingi"

Post a Comment