KLIK IKLAN

KLIK IKLAN

Santapan Rohani -- Mampir Sebentar

Santapan Rohani -- Mampir Sebentar - Hallo sahabat Berita Terkini, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Santapan Rohani -- Mampir Sebentar, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Santapan Rohani -- Mampir Sebentar
link : Santapan Rohani -- Mampir Sebentar

Baca juga


Santapan Rohani -- Mampir Sebentar

       
Mampir Sebentar
Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu. —Lukas 19:5

Baca: Lukas 19:1-9
 
19:1Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. 19:2Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. 19:3Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. 19:4Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. 19:5Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: 'Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.' 19:6Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. 19:7Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: 'Ia menumpang di rumah orang berdosa.' 19:8Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: 'Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.' 19:9Kata Yesus kepadanya: 'Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.


Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

Bacaan Alkitab Setahun:
Ayub 22–24 ; Kisah Para Rasul 11

Semasa saya kanak-kanak, keluarga kami melakukan perjalanan dari Ohio ke Virginia Barat setiap bulannya untuk mengunjungi orangtua dari ibu saya. Setiap kali kami tiba di depan pintu peternakan mereka, nenek akan menyambut kami dan berkata, “Ayo, mampir sebentar.” Itulah caranya mengajak kami masuk ke rumahnya, menikmati waktu, dan bercengkerama sambil melepas rasa rindu.

Kesibukan bisa menyita kehidupan kita. Di dunia yang menuntut kita terus bergerak, sangatlah sulit untuk bisa benar-benar mengenal orang lain. Tidak mudah untuk meminta seseorang “mampir sebentar” dan meluangkan waktu bersama kita. Kita merasa bisa menyingkat waktu dengan mengirimkan pesan pendek melalui telepon seluler dan langsung menyampaikan pokok permasalahannya.

Namun lihatlah apa yang dilakukan Yesus ketika Dia ingin mengubahkan hidup seorang pemungut cukai. Dia hendak mengunjungi rumah Zakheus untuk “mampir sebentar” dan berkata, “Aku harus menumpang di rumahmu” (Luk. 19:5). Ucapan Yesus menunjukkan bahwa Dia tidak sekadar mampir, melainkan Dia hendak meluangkan waktu bersama Zakheus. Hidup Zakheus pun berubah karena pertemuannya dengan Yesus.

Di bagian depan garasi rumah nenek saya terdapat sejumlah kursi. Kursi-kursi itu menjadi lambang dari sambutan hangat yang diberikan kepada siapa saja yang mampir sebentar untuk bercengkerama di sana. Jika kita ingin mengenal seseorang dan memberikan pengaruh yang mengubahkan hidupnya—seperti yang Yesus lakukan bagi Zakheus—kita perlu meluangkan waktu bersamanya.


Ya Tuhan, saat aku melihat orang-orang yang mengisi hidupku, tolonglah aku untuk menyediakan waktu bagi mereka—untuk menguatkan, mendorong, atau bahkan sekadar berbincang dengan mereka.
Bisa jadi, hadiah terbaik yang dapat Anda berikan kepada orang lain adalah waktu Anda.
Wawasan:
Dari generasi ke generasi, pemerintahan Romawi kuno menugaskan para jenderalnya untuk menaklukkan dan menjajah penduduk dari berbagai wilayah dan budaya. Untuk mengatur penduduk di wilayah pendudukan tersebut, pemerintah Romawi melibatkan peran publicani, yang dalam Alkitab disebut sebagai pemungut cukai. Pemungut cukai sering dianggap sebagai pengkhianat oleh bangsanya sendiri karena menjadi kaki tangan pemerintah yang berkuasa. Mereka juga sering menarik pajak lebih tinggi daripada yang seharusnya dibayarkan dengan tujuan memperkaya dirinya sendiri. Renungan hari ini memiliki makna mendalam karena menunjukkan bahwa seorang pemungut cukai yang sangat dibenci, seperti Zakheus, masih dapat menerima pengampunan dan penebusan melalui Kristus. Sebagai dampak dari pertobatan tersebut, Zakheus mengembalikan empat kali lipat dari jumlah uang yang pernah diperasnya.

Bagikan pendapat Anda tentang renungan hari ini di Facebook.

Anda bisa memberikan dampak yang berarti.

Persembahan kasih seberapa pun memampukan kami untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup.

Our Daily Bread Ministries

Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat diterima dan dimengerti oleh semua orang.

Visi kami adalah melihat orang-orang dari segala bangsa mengalami persekutuan pribadi dengan Kristus, bertumbuh semakin menyerupai Dia, dan melayani di jemaat lokal yang merupakan anggota keluarga-Nya.

Copyright © 2016, Our Daily Bread Ministries, Grand Rapids, MI 49555 USA. Diperlukan izin tertulis dari Our Daily Bread Ministries untuk meneruskan atau menyebarluaskannya.


Anda menerima email ini karena alamat email Anda tercantum dalam daftar pembaca Santapan Rohani.
Berkomunikasi melalui email memampukan kami untuk mengabari Anda tentang perkembangan pelayanan dan penawaran materi kami secara lebih cepat dan hemat biaya.

Jika Anda tidak ingin lagi menerima Santapan Rohani melalui email, silakan klik di sini.
 

[2016-07-02]


Demikianlah Artikel Santapan Rohani -- Mampir Sebentar

Sekianlah artikel Santapan Rohani -- Mampir Sebentar kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Santapan Rohani -- Mampir Sebentar dengan alamat link https://beritayangterkini.blogspot.com/2016/07/santapan-rohani-mampir-sebentar.html

0 Response to "Santapan Rohani -- Mampir Sebentar"

Post a Comment