Judul : Santapan Rohani -- Mampir Sebentar
link : Santapan Rohani -- Mampir Sebentar
Santapan Rohani -- Mampir Sebentar
Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974
Ayub 22–24 ; Kisah Para Rasul 11
Semasa saya kanak-kanak, keluarga kami melakukan perjalanan dari Ohio ke Virginia Barat setiap bulannya untuk mengunjungi orangtua dari ibu saya. Setiap kali kami tiba di depan pintu peternakan mereka, nenek akan menyambut kami dan berkata, “Ayo, mampir sebentar.” Itulah caranya mengajak kami masuk ke rumahnya, menikmati waktu, dan bercengkerama sambil melepas rasa rindu.
Kesibukan bisa menyita kehidupan kita. Di dunia yang menuntut kita terus bergerak, sangatlah sulit untuk bisa benar-benar mengenal orang lain. Tidak mudah untuk meminta seseorang “mampir sebentar” dan meluangkan waktu bersama kita. Kita merasa bisa menyingkat waktu dengan mengirimkan pesan pendek melalui telepon seluler dan langsung menyampaikan pokok permasalahannya.
Namun lihatlah apa yang dilakukan Yesus ketika Dia ingin mengubahkan hidup seorang pemungut cukai. Dia hendak mengunjungi rumah Zakheus untuk “mampir sebentar” dan berkata, “Aku harus menumpang di rumahmu” (Luk. 19:5). Ucapan Yesus menunjukkan bahwa Dia tidak sekadar mampir, melainkan Dia hendak meluangkan waktu bersama Zakheus. Hidup Zakheus pun berubah karena pertemuannya dengan Yesus.
Di bagian depan garasi rumah nenek saya terdapat sejumlah kursi. Kursi-kursi itu menjadi lambang dari sambutan hangat yang diberikan kepada siapa saja yang mampir sebentar untuk bercengkerama di sana. Jika kita ingin mengenal seseorang dan memberikan pengaruh yang mengubahkan hidupnya—seperti yang Yesus lakukan bagi Zakheus—kita perlu meluangkan waktu bersamanya.
Dari generasi ke generasi, pemerintahan Romawi kuno menugaskan para jenderalnya untuk menaklukkan dan menjajah penduduk dari berbagai wilayah dan budaya. Untuk mengatur penduduk di wilayah pendudukan tersebut, pemerintah Romawi melibatkan peran publicani, yang dalam Alkitab disebut sebagai pemungut cukai. Pemungut cukai sering dianggap sebagai pengkhianat oleh bangsanya sendiri karena menjadi kaki tangan pemerintah yang berkuasa. Mereka juga sering menarik pajak lebih tinggi daripada yang seharusnya dibayarkan dengan tujuan memperkaya dirinya sendiri. Renungan hari ini memiliki makna mendalam karena menunjukkan bahwa seorang pemungut cukai yang sangat dibenci, seperti Zakheus, masih dapat menerima pengampunan dan penebusan melalui Kristus. Sebagai dampak dari pertobatan tersebut, Zakheus mengembalikan empat kali lipat dari jumlah uang yang pernah diperasnya.
Bagikan pendapat Anda tentang renungan hari ini di Facebook.
Anda bisa memberikan dampak yang berarti.
Persembahan kasih seberapa pun memampukan kami untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup.
Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat diterima dan dimengerti oleh semua orang.
Visi kami adalah melihat orang-orang dari segala bangsa mengalami persekutuan pribadi dengan Kristus, bertumbuh semakin menyerupai Dia, dan melayani di jemaat lokal yang merupakan anggota keluarga-Nya.
Copyright © 2016, Our Daily Bread Ministries, Grand Rapids, MI 49555 USA. Diperlukan izin tertulis dari Our Daily Bread Ministries untuk meneruskan atau menyebarluaskannya.
Anda menerima email ini karena alamat email Anda tercantum dalam daftar pembaca Santapan Rohani.
Berkomunikasi melalui email memampukan kami untuk mengabari Anda tentang perkembangan pelayanan dan penawaran materi kami secara lebih cepat dan hemat biaya.
Jika Anda tidak ingin lagi menerima Santapan Rohani melalui email, silakan klik di sini.
Demikianlah Artikel Santapan Rohani -- Mampir Sebentar
Anda sekarang membaca artikel Santapan Rohani -- Mampir Sebentar dengan alamat link https://beritayangterkini.blogspot.com/2016/07/santapan-rohani-mampir-sebentar.html
0 Response to "Santapan Rohani -- Mampir Sebentar"
Post a Comment