Judul : Santapan Rohani -- Ikut Berseru
link : Santapan Rohani -- Ikut Berseru
Santapan Rohani -- Ikut Berseru
Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974
Ayub 28–29 ; Kisah Para Rasul 13:1-25
Kelompok persekutuan doa wanita di negara saya rutin mengadakan kebaktian doa bulanan untuk mendoakan Ghana dan negara-negara Afrika lainnya. Saat ditanya mengapa mereka begitu setia mendoakan bangsa-bangsa, pemimpin persekutuan doa itu, Gifty Dadzie, berkata, “Lihatlah di sekeliling Anda, dengar dan tontonlah berita. Banyak bangsa yang sedang menderita—karena perang, bencana, penyakit, dan kekerasan—telah membutakan orang akan kasih Allah bagi umat manusia dan berkat yang dicurahkan-Nya kepada kita. Kami percaya Allah turut bekerja dalam pergumulan bangsa-bangsa, maka kami memuji Dia atas berkat-berkat-Nya dan berseru memohon campur tangan-Nya.”
Alkitab menyatakan bahwa Allah memang turut bekerja dalam urusan bangsa-bangsa (2Taw. 7:14). Dan dalam karya-Nya, Allah memakai orang-orang biasa. Mungkin kita tidak diberi tugas yang besar, tetapi kita dapat berperan serta untuk membantu terwujudnya kesejahteraan dan kebenaran yang meninggikan derajat bangsa (Ams. 14:34). Kita dapat melakukannya dengan berdoa. Rasul Paulus menulis, “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan” (1Tim. 2:1-2).
Seperti pemazmur menasihati bangsa Israel kuno agar berdoa “untuk kesejahteraan Yerusalem” (Mzm. 122:6), kiranya kita pun mendoakan kesejahteraan dan pemulihan bangsa kita. Ketika kita berdoa dengan merendahkan diri, berbalik dari kejahatan, dan mencari Allah, Dia akan mendengar doa-doa kita.
Para peziarah Yahudi biasa menyanyikan Mazmur 120–134, yang dikenal sebagai kumpulan Mazmur Ziarah, ketika mereka melakukan perjalanan ke Yerusalem untuk merayakan perayaan tahunan Hari Raya Roti Tidak Beragi (termasuk Paskah), Panen Raya (Hari Raya Tujuh Minggu atau Pentakosta), dan Penuaian (Hari Raya Pondok Daun atau Tabernakel) (Kel. 23:14-16). Karena Yerusalem berada di pegunungan (di Alkitab, Gunung Sion digunakan sebagai sinonim Yerusalem), para peziarah disebut “mendaki” ke Yerusalem. Para pakar menamai masing-masing dari kelima belas mazmur tersebut sebagai “nyanyian ziarah”. Di Mazmur 122, Raja Daud merayakan Yerusalem sebagai “rumah TUHAN” (ay.1,9). Ia bersukacita (ay.1) karena berada di tempat yang aman, tenteram, dan damai (ay.6-9).
Bagikan pendapat Anda tentang renungan hari ini di Facebook.
Anda bisa memberikan dampak yang berarti.
Persembahan kasih seberapa pun memampukan kami untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup.

Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat diterima dan dimengerti oleh semua orang.
Visi kami adalah melihat orang-orang dari segala bangsa mengalami persekutuan pribadi dengan Kristus, bertumbuh semakin menyerupai Dia, dan melayani di jemaat lokal yang merupakan anggota keluarga-Nya.
Copyright © 2016, Our Daily Bread Ministries, Grand Rapids, MI 49555 USA. Diperlukan izin tertulis dari Our Daily Bread Ministries untuk meneruskan atau menyebarluaskannya.
Anda menerima email ini karena alamat email Anda tercantum dalam daftar pembaca Santapan Rohani.
Berkomunikasi melalui email memampukan kami untuk mengabari Anda tentang perkembangan pelayanan dan penawaran materi kami secara lebih cepat dan hemat biaya.
Jika Anda tidak ingin lagi menerima Santapan Rohani melalui email, silakan klik di sini.
Demikianlah Artikel Santapan Rohani -- Ikut Berseru
Anda sekarang membaca artikel Santapan Rohani -- Ikut Berseru dengan alamat link https://beritayangterkini.blogspot.com/2016/07/santapan-rohani-ikut-berseru.html
0 Response to "Santapan Rohani -- Ikut Berseru"
Post a Comment