Judul : zona KONFLIK
link : zona KONFLIK
zona KONFLIK
zona KONFLIK |
- Lagi, Saudi Seru AS Serang Suriah
- 'ISIS Alihkan Perhatian Muslim dari Isu Palestina'
- Hamas: Israel Akan Bayar Mahal Kejahatannya
- Laporan: 994 Orang Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsha sejak Awal Juni
- PM Palestina Kutuk Israel Putus Pasokan Air untuk Warga
- Delegasi Yaman: Belum Ada Kemajuan Pembicaraan Damai
- Hizbullah dan Tentara Suriah Saling Serang di Aleppo?
- Komandan Operasi: 2-3 Hari Lagi, Fallujah akan Bebas dari ISIS
- Pasukan Irak Rebut Kembali Kota Falluja dari ISIS
| Lagi, Saudi Seru AS Serang Suriah Posted: 18 Jun 2016 09:54 AM PDT Kilas TimurTengah | Dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington, Jumat (17/6), Menlu Saudi Adel al-Jubeir mengatakan monarki Arab sejak dulu mendukung serangan militer AS demi menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Menteri Saudi menambahkan sejak awal krisis di Suriah, Riyadh sangat mendukung "kebijakan lebih kuat, termasuk serangan udara, zona aman, zona larangan terbang." Dia melanjutkan kerajaan juga menyerukan upaya mempersenjatai "oposisi moderat" di Suriah dengan misil darat-ke-udara. Dan Saudi jua bersedia mengerahkan pasukan khusus dalam operasi yang akan dipimpin AS melawan pemerintah Damaskus. Komentar Jubeir terjadi setelah 51 pejabat Departemen Luar Negeri AS menandatangani sebuah dokumen internal, dikenal dengan "kabel saluran perbedaan pendapat" pada minggu ini yang menyerukan serangan militer terhadap Suriah. Departemen Luar Negeri mengakui keberadaan kabel tersebut meski mengomentari isinya. Sementara itu, Rusia mengecam kabel tersebut dan memperingatkan bahwa upaya menggulingkan Assad tidak akan "memberi kontribusi dalam keberhasilan perang melawan terorisme." Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan hal itu "bisa menjerumuskan wilayah dalam kekacauan total." [http://islamtimes.org] |
| 'ISIS Alihkan Perhatian Muslim dari Isu Palestina' Posted: 18 Jun 2016 09:51 AM PDT Kilas TimurTengah | Dubes Iran untuk Jerman Ali Majedi dalam pertemuan dengan kelompok dan organisasi Islam di Jerman kemarin mengatakan ISIS mengalihkan perhatian dunia Islam dari masalah Palestina. Dia juga menegaskan Iran siap melawan terorisme dan kekerasan serta mendukung hak-hak rakyat Palestina. Menurut Majedi, semua negara terutama negara-negara Muslim bertanggung jawab melawan pendudukan, kekerasan dan ekstremisme. Karena itu, diperlukan sebuah kerjasama semua negara di kawasan untuk melawan ekstremisme dan terorisme. Negara-negara di kawasan juga harus mewaspadai pendapat yang berupaya memisahkan Muslim Syiah dan Muslim Sunni, katanya.[http://islamtimes.org] |
| Hamas: Israel Akan Bayar Mahal Kejahatannya Posted: 18 Jun 2016 06:00 AM PDT Kilas TimurTengah | Gaza, 14 Ramadhan 1437/18 Juni 2016 (MINA) – Gerakan perlawanan Islam Hamas memperingatkan Israel atas akibat yang akan diterimanya menyusul aksi membabi buta mereka ke Jalur Gaza. "Mereka akan membayar mahal atas semua ini," kata pemimpin Hamas, Muhammad Al-Mishri dalam keterangannya, Kamis (16/6), demikian Pusat Info Palestina (PIP) melaporkan. Kepada Quds Press, Al-Mishri mengatakan bahwa bahasa ancaman dan tekanan yang digunakan Israel terhadap bangsa Palestina lebih pedas dari sebelumnya. "Ancaman menteri perang Israel, Evigdor Liberman terhadap Hamas dan Gaza, tidak mungkin membuat kami takut," tegasnya. Israel tak akan bisa memaksakan agendanya terhadap bangsa Palestina. Pernyataan Liberman tak lebih dari konsumsi media saja. Namun perlawanan Palestina menganggap ancaman tersebut sebagai sebuah kesungguhan dan telah menyiapkan segala sesuatunya. Di akhir penyampaiannya, ia juga memperingatkan penjajah Israel dari ancaman terbarunya di Gaza, karena ia akan membayarnya dengan mahal. (MINA) |
| Laporan: 994 Orang Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsha sejak Awal Juni Posted: 18 Jun 2016 04:30 AM PDT Kilas TimurTengah | Al-Quds, 14 Ramadhan 1437/18 Juni 2016 – Laporan terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 994 orang-orang Israel telah menyerbu masjid Al-Aqsha sejak awal bulan Juni 2016 hingga Rabu (15/6) kemarin. Laporan itu menambah daftar panjang kesewenangan Israel dan mengindikasikan terjadinya peningkatan signifikan pada jumlah para pemukim ilegal Yahudi dan anggota intelijen Zionis yang menyerbu Masjid Al-Aqsha, demikian laporan Pusat Info Palestina (PIP) dikutip Mi'raj Islamic News Agency (MINA). Berdasarkan laporan yang dihimpun Kantor Berita Arab 'Quds Press', Hari Peringatan Pendudukan Al-Quds Timur adalah saat paling banyak para pemukim Yahudi dan anggota intelijen Zionis menyerbu Masjid Al-Aqsha, yang jumlahnya mencapai 307 orang dalam dua kali penyerbuan pagi dan siang. Dilaporkan bahwa meski telah memasuki bulan suci Ramadhan, polisi penjajah Israel tetap melanjutkan program penyerbuan pagi sebagaimana biasanya dan menghapus waktu penyerbuan siang. Namun diganti dengan empat hari terakhir (12-15 Juni) dan jumlah orang Zionis yang menyerbu masjid Al-Aqsha sebanyak 324 pemukim Yahudi, 8 mahasiswa Yahudi dan 15 anggota intelijen Zionis. Jumlah total anggota polisi dan intelijen Zionis yang menyerbu Masjid Al-Aqsha sejak awal Juni mencapai 43 orang, ditambah 140 mahasiswa Yahudi. Dari laporan tersebut diketahui bahwa penyerbuan area Masjid Al-Aqsha dilakukan dari pintu barat Masjid Al-Aqsha, 'Al-Magharibah' (salah satu pintu masjid yang berada dalam kontrol penuh penjajah Zionis sejak tahun 1967). Penyerbuan itu di bawah perlindungan anggota polisi dan pasukan khusus Zionis bersenjata lengkap sampai mereka keluar melalui pintu Silsilah (salah satu pintu lain di Masjid Al-Aqsha). Dalam laporan itu, disebutkan pula bahwa para penjaga Masjid Al-Aqsha menghadang sejumlah pemukim ilegal Yahudi yang masuk dengan pakaian resmi agama Yahudi yang berusaha menggelar ritual di area masjid. Para penjaga memaksa polisi penjajah Israel agar mengusir mereka keluar melalui pintu Silsilah. Pasukan penjajah Israel juga menangkap enam warga Palestina dari Masjid Al-Aqsha dan yang ada di gerbang-gerbang masjid, tiga di antaranya adalah penjaga masjid dan pegawai panitia kemakmuran masjid. Pasukan penjajah Israel juga menangkap tiga penjaga Masjid Al-Aqsha dari rumah mereka di Kota Al-Quds dan Desa Isawiyah setelah terjadi penabrakan salah seorang penjaga Al-Aqsha oleh mobil listrik Zionis yang melakukan patroli keamanan di dalam masjid. Ini adalah pertama kalinya polisi penjajah Israel memasukkan mobil patroli ke dalam Masjid Al-Aqsha sejak tahun 1967. Selain itu, polisi penjajah Israel juga mendeportasi 10 warga Palestina dari Masjid Al-Aqsha sejak awal Juni, termasuk di antaranya adalah penjaga masjid, dua gadis dari wilayah Palestina 1948 dan Ketua Badan Tinggi Pembela Al-Quds dan Al-Aqsha. (T/P011/R05)(MINA) |
| PM Palestina Kutuk Israel Putus Pasokan Air untuk Warga Posted: 18 Jun 2016 04:30 AM PDT Kilas TimurTengah | Ramallah, 12 Ramadhan 1437/17 Juni 2016 (MINA) – Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah mengeluarkan pernyataan mengutuk keputusan perusahaan air nasional Israel, Mekorot, untuk memutus pasokan air ke beberapa kota dan desa di wilayah Palestina. "Israel ingin mencegah rakyat Palestina menjalani kehidupan yang bermartabat dan menggunakan kontrol atas sumber daya air untuk tujuan ini; saat permukiman ilegal Israel menikmati layanan air yang terputus, warga Palestina dipaksa untuk menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk membeli air yang seharusnya mereka terima," kata Hamdallah. Perusahaan air nasional Israel telah memutus pasokan air ke Kota Jenin, Desa Nablus, Kota Salfit, dan desa-desa sekitarnya. Akibatnya, puluhan ribu warga Palestina telah terpaksa tak mendapatkan akses menuju air minum yang aman selama bulan Ramadhan, dan terpaksa membeli air dari truk penyedia air. Hampir 200.000 warga Palestina di Tepi Barat tidak memiliki akses menuju air yang mengalir, dan memerlukan izin dari otoritas Israel sebelum mereka menampung sendiri, demikian menurut sebuah laporan Amnesty International. Jamal Dajani, Direktur Media Strategis dan Komunikasi di Kantor PM Palestina, yang menyebut tindakan Mekorot ini "tidak manusiawi dan keterlaluan," demikian Kantor Berita Palestina WAFA memberitakannya yang dikutip Mi'raj Islamic News Agency (MINA), Jumat. "Israel melancarkan sebuah perang air terhadap warga Palestina," kata Dajani. "Tidaklah cukup bagi Israel secara sistematis mendapatkan tanah Palestina yang layak dan merebut sumber daya alam Palestina. Mereka juga menolak hak rakyat Palestina untuk mendapatkan air," tambahnya. Kontrol eksklusif Israel atas Gunung Aquifer – sumber daya lintas batas yang harus dibagi antara kedua belah pihak – memfasilitasi percobaan mengeksploitasi sumber daya air Palestina yang ilegal. Menurut Laporan NGO HAM Al-Haq 2013, perusahaan air nasional Israel Mekorot secara rutin mengurangi pasokan air Palestina selama bulan-bulan musim panas, kadang-kadang hingga sebanyak 50 persen. (MINA) |
| Delegasi Yaman: Belum Ada Kemajuan Pembicaraan Damai Posted: 18 Jun 2016 04:30 AM PDT Kilas TimurTengah | Shana'a, 13 Ramadhan 1437/18 Juni 2016 – Delegasi pemerintah Yaman mengatakan belum ada kemajuan dalam pembicaraan damai karena pihak yang bertikai tidak dapat melakukan diskusi tatap muka hingga saat ini. Delegasi mengambil bagian dalam pembicaraan damai di Kuwait, dan menyebutkan belum ada kesepakatan damai dalam menghentikan lebih dari satu tahun konflik, delegasi senior pemerintah mengatakan kepada Gulf News, Kamis. "Ini adalah situasi yang sepertinya sia-sia, mana yang harus didahulukan, penarikan Houthi dari kota atau membentuk pemerintah persatuan," kata pejabat itu tanpa menyebut nama karena ia tidak berwenang. Dua bulan yang lalu, pertemuan antarfaksi diselenggarakan di Kuwait dalam babak baru pembicaraan damai untuk mengakhiri konflik berdarah yang dipicu setelah penggulingan Houthi terhadap presiden yang didukung secara internasional Abd Rabbo Mansour Hadi awal tahun lalu. Media milik Saudi baru-baru ini menerbitkan sebuah draft proposal yang diprakarsai oleh Arab Saudi yang bertujuan mengakhiri kebuntuan dalam pembicaraan perdamaian dan guna mencapai titik temu. Proposal mencakup penyerahan senjata Houthi, penunjukkan perwira militer netral yang tidak terlibat dalam pertempuran itu untuk menjaga keamanan, mengeluarkan amnesti umum untuk kelompok Houthi dan sekutu mereka, membentuk pemerintahan persatuan dan akhirnya membahas masa transisi. Media Saudi mengatakan, utusan PBB untuk Yaman Esmail Ould Shaikh Ahmad akan menyajikan proposal kepada delegasi Yaman. "Tidak ada yang telah diberitahu tentang proposal. Houthi mengatakan mereka tidak akan menerima Presiden Hadi berada di kantor selama masa transisi dan hanya akan menarik diri dari ibukota dan tetap di daerah sekitarnya," kata delegasi pemerintah. "Kedua delegasi tidak pernah mengadakan pertemuan tatap muka tanpa kehadiran utusan PBB. Kami akan menyeru kepada masing-masing ketika kami bertemu," katanya. "Kami bertemu kemarin dan kami bertemu hari ini [Kamis] dan kita akan mengulangi hal yang sama. Diskusi berjalan berputar-putar. Tidak ada kemajuan sama sekali," delegasi menyimpulkan. Dalam kaitan proposal Saudi, juru bicara Houthi Mohammad Abdul Sallam mengatakan kepada TV Cina bahwa mereka akan menolak inisiatif apapun yang "tidak memenuhi tuntutan Yaman". Sementara itu, Ali Al Bukhiti, mantan juru bicara Houthi yang menyeberang ke pihak pemerintah, mengkritik kelompok itu yang tidak menggunakan kesempatan di Kuwait untuk membuat konsesi mengakhiri kebuntuan. "Ketika saya bertemu dengan duta besar dari 18 negara yang mensponsori proses politik di Yaman, mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka menyalahkan Houthi untuk sebagian besar obstruksi pembicaraan damai," ujar Al Bukhiti. Ia juga mengatakan kepada TV Al-Arabiya, dari pengalamannya dengan kelompok bersenjata itu, Houthi tidak akan membuat konsesi besar sampai utusan PBB akan berhubungan dengan pemimpin mereka Abdul Malik Al-Houthi. "Perang dan acara lainnya telah membuktikan bahwa konsesi besar datang dari Abdul Malik Al-Houthi, karena ia adalah pembuat keputusan," imbuhnya. (T/P4/R05).(MINA) |
| Hizbullah dan Tentara Suriah Saling Serang di Aleppo? Posted: 18 Jun 2016 02:00 AM PDT Kilas TimurTengah | Kelompok Perlawanan Islam, Hizbullah Libanon pada Jumat, 17/06/16, mengeluarkan surat pernyataan resmi yang membantah tuduhan pertikaian antara pejuang mereka dengan Tentara Arab Suriah (SAA) di Aleppo. Sayap media resmi organisasi Islam ini mengeluarkan pernyataan dan menolak rumor kontroversial yang tersebar di beberapa saluran berita kawasan. Hizbullah dengan tegas membantah rumor tersebut dan menyebut bahwa saluran-saluran berita yang menyebarkan tuduhan ini adalah "pembohong" dan "propagandis" untuk kepentingan entitas Zionis. Menurut pernyataan itu, Angkatan Bersenjata Suriah dan Hizbullah jarang berbagi parit yang sama, dan persahabatan darah dan kemuliaan tidak memungkinkan pertikaian itu terjadi. Namun, rumor yang berkembang menuduh bahwa Angkatan Bersenjata Suriah dan Hizbullah saling bertentangan dan menyerang satu sama lain, meskipun sama sekali tidak ada bukti untuk mendukung klaim ini. Dan berikut ini dibawah ini surat pernyataan resmi Hizbullah yang membantas rumor tak berdasar tersebut. [IT/onh/Ass] |
| Komandan Operasi: 2-3 Hari Lagi, Fallujah akan Bebas dari ISIS Posted: 18 Jun 2016 01:30 AM PDT Kilas TimurTengah | Operasi militer Irak untuk membebaskan seluruh kota Fallujah dari cengkeraman ISIS akan selesai dalam dua sampai tiga hari mendatang, dan para teroris terkonsentrasi di satu daerah kota, kata komando Operasi Fallujah pada Jumat, 17/06/16. Sebelumnya pada hari itu, media lokal melaporkan, pasukan keamanan Irak dan Hashd Shaabi mengambil kendali beberapa distrik dan kabupatan pusat Fallujah. "Militan ISIS di Fallujah sekarang terkonsentrasi di daerah Dzulani di utara kota. Operasi mungkin akan selesai selama dua sampai tiga hari," kata komandan operasi, Brigadir Jenderal Abdelwahab Saadi, seperti dikutip oleh Sky News Arabia. Saadi menambahkan, tidak ada banyak warga sipil yang berada didalam kota. Fallujah, terletak sekitar 42 mil sebelah barat ibukota Irak, Baghdad, adalah salah satu kota terbesar di provinsi al-Anbar yang dikuasai ISIS sejak musim 2014 lalu. [IT/Onh/Ass](http://islamtimes.org) |
| Pasukan Irak Rebut Kembali Kota Falluja dari ISIS Posted: 18 Jun 2016 01:30 AM PDT Kilas TimurTengah | FALLUJA -- Pasukan Irak melaporkan, mereka telah berhasil merebut kembali gedung pemerintah di Falluja, Jumat (17/6). Selama ini, kota di Provinsi Al Anbar tersebut dikuasai oleh Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Keberhasilan ini menjadi satu langkah besar untuk memukul mundur kelompok militan tersebut. Dengan dikuasainya kembali gedung pemerintahan utama di Falluja, pemulihan otoritas negara diharapkan bisa terealisasi dengan cepat. "Pasukan anti-terorisme berhasil merebut gedung yang menjadi pusat pemerintahan di Falluja dan diharapkan kontrol penuh atas kota dapat segera didapatkan," ujar komandan operasi militer di Falluja, Letnan Jenderal Abdul Wahab al-Saadi, dilansir The Guardian, Jumat (17/6). Falluja merupakan salah satu kota yang menjadi basis ISIS. Selain berhasil menguasai kembali gedung pemerintah, pasukan Irak kini juga terus bergerak ke berbagai wilayah. "Kami mendapat hampir 50 persen kontrol atas Falluja saat ini. Tidak banyak perlawanan dari ISIS," kata Al-Saadi.(REPUBLIKA.CO.ID) |
| You are subscribed to email updates from Kilas Timur Tengah. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Demikianlah Artikel zona KONFLIK
Anda sekarang membaca artikel zona KONFLIK dengan alamat link https://beritayangterkini.blogspot.com/2016/06/zona-konflik_19.html









0 Response to "zona KONFLIK"
Post a Comment