KLIK IKLAN

KLIK IKLAN

Santapan Rohani -- Tempat Berpijak yang Kukuh

Santapan Rohani -- Tempat Berpijak yang Kukuh - Hallo sahabat Berita Terkini, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Santapan Rohani -- Tempat Berpijak yang Kukuh, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Santapan Rohani -- Tempat Berpijak yang Kukuh
link : Santapan Rohani -- Tempat Berpijak yang Kukuh

Baca juga


Santapan Rohani -- Tempat Berpijak yang Kukuh

       
Tempat Berpijak yang Kukuh
Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku. —Mazmur 40:3

Baca: Mazmur 40:2-6

40:2Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong. 40:3Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku, 40:4Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN. 40:5Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan! 40:6Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

Daerah tepian sungai yang bersejarah di Savannah, Georgia, Amerika Serikat, ditutupi oleh batu-batu yang tidak sama besar. Penduduk setempat mengatakan bahwa berabad-abad lalu, batu-batu tersebut digunakan sebagai pemberat bagi kapal-kapal yang menyeberangi Samudera Atlantik. Setelah kargo selesai dimuat di Georgia, batu-batu pemberat itu tidak lagi dibutuhkan dan kemudian digunakan untuk melapisi jalan-jalan di dekat dermaga. Batu-batu tersebut telah menyelesaikan tugas utamanya, yaitu menstabilkan kapal yang sedang melewati perairan yang berbahaya.

Hari-hari yang kita jalani dapat terasa seperti mengarungi lautan yang bergelora. Bagaikan kapal di masa lalu, kita membutuhkan kestabilan untuk membantu kita berjalan melewati segala badai kehidupan. Daud juga menghadapi bahaya dalam hidupnya, dan ia memuji karakter Allah yang memberikannya kestabilan setelah masa-masa berat yang telah dilaluinya. Daud menyerukan, “Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku” (Mzm. 40:3). Hidup Daud diwarnai dengan beragam konflik, kegagalan diri, dan perselisihan dalam keluarga, tetapi Allah telah memberinya tempat berpijak yang kukuh. Maka Daud pun melantunkan nyanyian “untuk memuji Allah” (ay.4).

Saat kesulitan datang, kita juga dapat memandang Allah kita yang Mahakuasa, karena hanya Dia yang bisa memberikan kestabilan. Pemeliharaan-Nya yang setia menggugah kita untuk berseru bersama Daud, “Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya Tuhan, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami” (ay.6).


Tiada lain landasanku, hanyalah pada darah-Mu; Tiada lain harapanku, ‘ku bersandarkan nama-Mu. Kristuslah Batu Karangku, di atas Dia ‘ku teguh; Landasan lain hancur luluh. Edward Mote [Nyanyikanlah Kidung Baru, No.120]
Ketika dunia di sekitar kita runtuh, Kristuslah Batu Karang yang teguh, tempat kita berpijak.
Wawasan:
Mazmur 40 adalah sebuah lagu indah berisi ucapan syukur kepada Allah atas penyelamatan-Nya. Kunci untuk memahami dan menghargai mazmur terletak pada kesederhanaan dari kata-kata pembukanya. Daud mengenali dan mensyukuri penyelamatan dari Tuhan karena ia “sangat menanti-nantikan TUHAN” (ay.2). Di tengah masa pencobaan dan pergumulan, kita sering ingin dilepaskan segera dan dengan cara-cara yang bisa kita lihat. Namun Daud mengingatkan kita bahwa penyelamatan dari Allah datang pada waktu-Nya. Seperti Daud, kita harus menantikan-nantikan Allah dengan sabar jika kita ingin melihat perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib (ay.6).

Bagikan pendapat Anda tentang renungan hari ini di Facebook.

Anda bisa memberikan dampak yang berarti.

Persembahan kasih seberapa pun memampukan kami untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup.

Our Daily Bread Ministries

Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat diterima dan dimengerti oleh semua orang.

Visi kami adalah melihat orang-orang dari segala bangsa mengalami persekutuan pribadi dengan Kristus, bertumbuh semakin menyerupai Dia, dan melayani di jemaat lokal yang merupakan anggota keluarga-Nya.

Copyright © 2016, Our Daily Bread Ministries, Grand Rapids, MI 49555 USA. Diperlukan izin tertulis dari Our Daily Bread Ministries untuk meneruskan atau menyebarluaskannya.


Anda menerima email ini karena alamat email Anda tercantum dalam daftar pembaca Santapan Rohani.
Berkomunikasi melalui email memampukan kami untuk mengabari Anda tentang perkembangan pelayanan dan penawaran materi kami secara lebih cepat dan hemat biaya.

Jika Anda tidak ingin lagi menerima Santapan Rohani melalui email, silakan klik di sini.
 

[2016-06-25]


Demikianlah Artikel Santapan Rohani -- Tempat Berpijak yang Kukuh

Sekianlah artikel Santapan Rohani -- Tempat Berpijak yang Kukuh kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Santapan Rohani -- Tempat Berpijak yang Kukuh dengan alamat link https://beritayangterkini.blogspot.com/2016/06/santapan-rohani-tempat-berpijak-yang.html

0 Response to "Santapan Rohani -- Tempat Berpijak yang Kukuh"

Post a Comment