Judul : Santapan Rohani -- Namaku Dipanggil
link : Santapan Rohani -- Namaku Dipanggil
Santapan Rohani -- Namaku Dipanggil
Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974
Ayub 17–19 ; Kisah Para Rasul 10:1-23
Pertama kalinya saya bertemu dengan sekelompok mahasiswa baru di mata kuliah penulisan yang saya ajar, saya sudah tahu nama mereka masing-masing. Saya sudah meluangkan waktu untuk mempelajari nama dan foto mereka dari daftar kehadiran di kelas, sehingga ketika mereka masuk kelas, saya bisa menegur mereka, “Halo, Jessica,” atau “Selamat datang, Trevor.” Saya melakukannya karena saya tahu betapa berartinya ketika seseorang mengenal dan memanggil nama kita.
Namun untuk benar-benar mengenal seseorang, kita perlu tahu lebih dari sekadar namanya. Dalam Yohanes 10, kita dapat merasakan kehangatan dan perhatian yang dimiliki Yesus, Gembala yang Baik, terhadap kita. Kita membaca di sana bahwa Dia “memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya” (ay.3). Dia bahkan tahu lebih dari sekadar nama kita. Dia tahu pikiran, kerinduan, ketakutan, kesalahan, dan kebutuhan kita yang terdalam. Karena Dia tahu kebutuhan kita yang terdalam, Dia memberi kita hidup kekal yang kita butuhkan dengan cara menyerahkan diri-Nya sendiri. Itulah yang dikatakan-Nya di ayat 11, Dia “memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.”
Dosa telah memisahkan kita dari Allah. Maka Yesus, Gembala yang Baik, menjadi Anak Domba yang berkorban dan menanggung dosa kita atas diri-Nya sendiri. Dengan memberikan nyawa-Nya bagi kita dan kemudian dibangkitkan kembali, Dia telah menebus kita. Alhasil, ketika kita menerima karunia keselamatan dari-Nya melalui iman, kita tidak lagi terpisah dari Allah.
Bersyukurlah kepada Yesus! Dia mengenal nama Anda dan sangat tahu kebutuhan Anda!
Di zaman yang menjunjung pemikiran relativisme seperti sekarang ini, beberapa orang meyakini bahwa ada banyak jalan menuju kepada Allah. Namun dalam bacaan hari ini, Yesus mengatakan bahwa Dialah satu-satunya jalan kepada Allah. Yesus menggunakan metafora tentang Gembala yang Baik untuk menunjukkan bahwa Dia menuntun dan memelihara mereka yang percaya kepada-Nya. Dia juga menggunakan gambaran pintu untuk menunjukkan bahwa Dialah satu-satunya jalan bagi kita untuk mendapatkan hidup kekal. Yesus yang mencari dan menyelamatkan yang hilang adalah Pribadi yang menyerahkan nyawa-Nya demi semua orang yang percaya.
Bagikan pendapat Anda tentang renungan hari ini di Facebook.
Anda bisa memberikan dampak yang berarti.
Persembahan kasih seberapa pun memampukan kami untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup.
Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat diterima dan dimengerti oleh semua orang.
Visi kami adalah melihat orang-orang dari segala bangsa mengalami persekutuan pribadi dengan Kristus, bertumbuh semakin menyerupai Dia, dan melayani di jemaat lokal yang merupakan anggota keluarga-Nya.
Copyright © 2016, Our Daily Bread Ministries, Grand Rapids, MI 49555 USA. Diperlukan izin tertulis dari Our Daily Bread Ministries untuk meneruskan atau menyebarluaskannya.
Anda menerima email ini karena alamat email Anda tercantum dalam daftar pembaca Santapan Rohani.
Berkomunikasi melalui email memampukan kami untuk mengabari Anda tentang perkembangan pelayanan dan penawaran materi kami secara lebih cepat dan hemat biaya.
Jika Anda tidak ingin lagi menerima Santapan Rohani melalui email, silakan klik di sini.
Demikianlah Artikel Santapan Rohani -- Namaku Dipanggil
Anda sekarang membaca artikel Santapan Rohani -- Namaku Dipanggil dengan alamat link https://beritayangterkini.blogspot.com/2016/06/santapan-rohani-namaku-dipanggil.html
0 Response to "Santapan Rohani -- Namaku Dipanggil"
Post a Comment