Judul : Santapan Rohani -- Komunikasi yang Dimengerti
link : Santapan Rohani -- Komunikasi yang Dimengerti
Santapan Rohani -- Komunikasi yang Dimengerti
Pasal 2
Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974
Nehemia 1–3 ; Kisah Para Rasul 2:1-21
Saat berjalan-jalan di lingkungan tempat tinggal saya di London Utara, saya bisa mendengar orang-orang berbicara dalam berbagai bahasa, di antaranya Polandia, Jepang, Hindi, Kroasia, dan Italia. Keanekaragaman itu terasa begitu indah, meskipun saya sama sekali tidak mengerti apa yang mereka katakan. Ketika masuk ke kedai kopi milik orang Rusia atau pasar orang Polandia dan mendengar beragam aksen di sana, saya pun membayangkan alangkah luar biasanya ketika dahulu pada hari Pentakosta ada orang-orang dari berbagai bangsa yang mengerti semua yang diucapkan oleh para rasul.
Pada hari itu, para peziarah berkumpul di Yerusalem untuk memperingati hari raya panen. Roh Kudus turun ke atas para murid sehingga ketika mereka berkata-kata, para pendengar dari berbagai belahan dunia itu dapat memahaminya dalam bahasa mereka masing-masing (Kis. 2:5-6). Sungguh suatu mukjizat ketika orang-orang yang datang dari berbagai tempat itu dapat memahami pujian kepada Allah dalam bahasa mereka sendiri! Alhasil, ada banyak dari mereka yang terdorong untuk mengetahui lebih banyak tentang Yesus.
Mungkin kita tidak bisa berbicara dalam banyak bahasa atau mengerti bermacam-macam bahasa, tetapi kita tahu bahwa Roh Kudus memperlengkapi kita untuk melayani sesama kita lewat cara-cara yang lain. Yang luar biasa, kita menjadi perpanjangan tangan, kaki, bahkan mulut Allah untuk menggenapi misi-Nya. Hari ini, bagaimana kita dapat menjangkau seseorang yang berbeda dari kita dengan pertolongan Roh Kudus?
Menjelang penyaliban-Nya, Yesus berjanji kepada murid-murid-Nya bahwa Dia akan mengirimkan “seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai [mereka] selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran” (Yoh. 14:16-17). Sebelum naik ke surga, Yesus menyatakan kembali janji-Nya untuk memberikan Roh Kudus (Kis. 1:4-5). Apa yang dijanjikan Yesus itu ditepati oleh Bapa di hari Pentakosta (2:1-12). Hari Raya Pentakosta juga disebut sebagai Hari Raya Menuai (Kel. 23:16) atau Hari Raya Tujuh Minggu (Ul. 16:10). Hari raya itu diperingati 50 hari setelah Paskah sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas berkat panen (Im. 23:15-22). Yesus merayakan Paskah bersama murid-murid-Nya pada hari kematian-Nya (Mrk. 14:12; Luk. 22:15; Yoh. 18:28), dan Roh Kudus turun 50 hari setelah Paskah itu.
Bagikan pendapat Anda tentang renungan hari ini di Facebook.
Anda bisa memberikan dampak yang berarti.
Persembahan kasih seberapa pun memampukan kami untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup.

Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat diterima dan dimengerti oleh semua orang.
Visi kami adalah melihat orang-orang dari segala bangsa mengalami persekutuan pribadi dengan Kristus, bertumbuh semakin menyerupai Dia, dan melayani di jemaat lokal yang merupakan anggota keluarga-Nya.
Copyright © 2016, Our Daily Bread Ministries, Grand Rapids, MI 49555 USA. Diperlukan izin tertulis dari Our Daily Bread Ministries untuk meneruskan atau menyebarluaskannya.
Anda menerima email ini karena alamat email Anda tercantum dalam daftar pembaca Santapan Rohani.
Berkomunikasi melalui email memampukan kami untuk mengabari Anda tentang perkembangan pelayanan dan penawaran materi kami secara lebih cepat dan hemat biaya.
Jika Anda tidak ingin lagi menerima Santapan Rohani melalui email, silakan klik di sini.
Demikianlah Artikel Santapan Rohani -- Komunikasi yang Dimengerti
Anda sekarang membaca artikel Santapan Rohani -- Komunikasi yang Dimengerti dengan alamat link https://beritayangterkini.blogspot.com/2016/06/santapan-rohani-komunikasi-yang.html
0 Response to "Santapan Rohani -- Komunikasi yang Dimengerti"
Post a Comment