Judul : Santapan Rohani -- Kehadiran-Nya yang Penuh Kasih
link : Santapan Rohani -- Kehadiran-Nya yang Penuh Kasih
Santapan Rohani -- Kehadiran-Nya yang Penuh Kasih
Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974
Ayub 1–2 ; Kisah Para Rasul 7:22-43
Kami sangat sedih ketika mengetahui bahwa teman dekat kami, Cindy, didiagnosa mengidap penyakit kanker. Sebagai pribadi yang sangat bersemangat, hidup Cindy telah memberkati siapa saja yang bertemu dengannya. Saya dan istri senang sekali ketika ia sempat dinyatakan bebas kanker, tetapi beberapa bulan kemudian kankernya muncul lagi dalam kondisi yang lebih ganas. Kami sempat berpikir bahwa ia masih terlalu muda untuk meninggal dunia. Suaminya menceritakan kepada saya tentang waktu-waktu terakhir sebelum Cindy dipanggil Tuhan. Dalam keadaannya yang lemah dan sulit bicara, Cindy sempat berbisik kepada suaminya, “Tetaplah di dekatku.” Yang Cindy inginkan melebihi apa pun dalam masa-masa kekelaman tersebut adalah kehadiran suaminya yang penuh kasih.
Penulis kitab Ibrani menghibur para pembacanya dengan mengutip Ulangan 31:6, di mana Allah mengatakan kepada umat-Nya: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibr. 13:5). Di masa-masa paling kelam dalam hidup kita, jaminan kehadiran-Nya yang penuh kasih memberi kita keyakinan bahwa kita tidak sendiri. Dia memberi kita anugerah untuk bertahan, hikmat untuk menyadari bahwa Dia terus berkarya, dan jaminan bahwa Kristus “turut merasakan kelemahan-kelemahan kita” (Ibr. 4:15).
Marilah kita sama-sama mengalami berkat dari kehadiran-Nya yang penuh kasih, sehingga dengan yakin kita dapat berkata, “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut” (Ibr. 13:6).
Ayat-ayat pembuka dari Ibrani 13 mengandung perintah-perintah yang paling praktis dalam Perjanjian Baru. Pasal itu dimulai dengan mengingatkan bahwa sebagai pengikut Kristus kita dipanggil untuk mengasihi satu sama lain (ay.1). Kemudian penulis kitab itu menantang kita untuk menunjukkan keramah-tamahan kepada orang lain (ay.2), diikuti dengan dorongan yang kuat untuk menunjukkan belas kasihan, bantuan, dan kebaikan kepada orang-orang yang dipenjara dan yang diperlakukan sewenang-wenang (ay.3). Ayat 4 mendesak kita untuk hidup suci dalam pernikahan, sementara ayat 5 meminta orang percaya untuk mencukupkan diri agar tidak dikuasai oleh ketamakan. Puncak dari perintah-perintah praktis itu adalah tantangan untuk mengandalkan penyertaan Allah yang tidak pernah usai (ay.5-6).
Bagikan pendapat Anda tentang renungan hari ini di Facebook.
Anda bisa memberikan dampak yang berarti.
Persembahan kasih seberapa pun memampukan kami untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup.
Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat diterima dan dimengerti oleh semua orang.
Visi kami adalah melihat orang-orang dari segala bangsa mengalami persekutuan pribadi dengan Kristus, bertumbuh semakin menyerupai Dia, dan melayani di jemaat lokal yang merupakan anggota keluarga-Nya.
Copyright © 2016, Our Daily Bread Ministries, Grand Rapids, MI 49555 USA. Diperlukan izin tertulis dari Our Daily Bread Ministries untuk meneruskan atau menyebarluaskannya.
Anda menerima email ini karena alamat email Anda tercantum dalam daftar pembaca Santapan Rohani.
Berkomunikasi melalui email memampukan kami untuk mengabari Anda tentang perkembangan pelayanan dan penawaran materi kami secara lebih cepat dan hemat biaya.
Jika Anda tidak ingin lagi menerima Santapan Rohani melalui email, silakan klik di sini.
Demikianlah Artikel Santapan Rohani -- Kehadiran-Nya yang Penuh Kasih
Anda sekarang membaca artikel Santapan Rohani -- Kehadiran-Nya yang Penuh Kasih dengan alamat link https://beritayangterkini.blogspot.com/2016/06/santapan-rohani-kehadiran-nya-yang.html
0 Response to "Santapan Rohani -- Kehadiran-Nya yang Penuh Kasih"
Post a Comment