Judul : Santapan Rohani -- Hari-Hari Biasa Bersama Allah
link : Santapan Rohani -- Hari-Hari Biasa Bersama Allah
Santapan Rohani -- Hari-Hari Biasa Bersama Allah
Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974
Ezra 9–10 ; Kisah Para Rasul 1
Mendengarkan kesaksian orang-orang tentang karya luar biasa yang Allah perbuat dalam hidup mereka dapat membuat kita terusik. Meskipun kita mungkin ikut bersyukur ketika mendengar Allah menjawab doa-doa orang lain, bisa jadi kita sendiri bertanya-tanya mengapa Allah belum melakukan sesuatu yang luar biasa dalam hidup kita akhir-akhir ini.
Mudah untuk membayangkan andai saja Allah melakukan hal-hal yang ajaib bagi kita seperti yang dilakukan-Nya bagi Abraham, kita pun akan lebih termotivasi untuk menjadi hamba-Nya yang setia. Namun kita harus ingat bahwa Allah menampakkan diri kepada Abraham setiap 12 hingga 14 tahun sekali, sedangkan sebagian besar dari hidup Abraham dijalani dengan biasa-biasa saja (lihat Kej. 12:1-4; 15:1-6; 16:16–17:12).
Allah biasanya berkarya di belakang layar dalam kehidupan sehari-hari. Terlihat dari ayat kita hari ini, “Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar” (1Kor. 10:13). Setiap hari Allah bekerja melindungi kita dari serangan gencar si Iblis yang mengancam untuk membuat kita tak berdaya dan takluk. Ketika pencobaan datang, Allah menyediakan jalan keluar agar kita dapat melepaskan diri.
Sebelum kita terlelap di malam hari, patutlah kita berhenti sejenak untuk bersyukur kepada Allah atas segala hal luar biasa yang telah dilakukan-Nya bagi kita di tengah hidup kita sehari-hari. Oleh karena itu, daripada merindukan Allah melakukan sesuatu yang spektakuler bagi Anda, bersyukurlah kepada-Nya! Karena sebenarnya Dia telah melakukan sesuatu yang luar biasa bagi Anda.
Adakalanya kita tidak memperhatikan usia para tokoh di Alkitab, kecuali jika usia itu mencengangkan kita (seperti Metusalah, yang berumur 969 tahun saat ia mati [Kej. 5:27]). Jika detail yang tercatat hanya sedikit, hal itu justru perlu mendapat perhatian khusus. Kita dapat bertanya: mengapa itu dicatat? Umur Abraham di ayat 4 dalam bacaan hari ini adalah salah satu detail tersebut. Abraham berusia 75 tahun saat ia menuruti panggilan untuk mengikuti Allah. Ia tumbuh di lingkungan dan keluarga yang menyembah berhala (Yos. 24:2). Mungkin saja penyebutan tentang umurnya adalah untuk menunjukkan bahwa Allah memanggil setiap orang di waktu dan dengan cara yang Dia kehendaki. Bagi kita, mungkin lebih masuk akal memanggil seseorang untuk pergi ke tempat yang jauh dan memulai suatu keluarga besar ketika ia masih muda. Namun soal waktu adalah hak Allah, bahkan ketika itu tidak masuk akal bagi kita.
Bagikan pendapat Anda tentang renungan hari ini di Facebook.
Anda bisa memberikan dampak yang berarti.
Persembahan kasih seberapa pun memampukan kami untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup.
Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat diterima dan dimengerti oleh semua orang.
Visi kami adalah melihat orang-orang dari segala bangsa mengalami persekutuan pribadi dengan Kristus, bertumbuh semakin menyerupai Dia, dan melayani di jemaat lokal yang merupakan anggota keluarga-Nya.
Copyright © 2016, Our Daily Bread Ministries, Grand Rapids, MI 49555 USA. Diperlukan izin tertulis dari Our Daily Bread Ministries untuk meneruskan atau menyebarluaskannya.
Anda menerima email ini karena alamat email Anda tercantum dalam daftar pembaca Santapan Rohani.
Berkomunikasi melalui email memampukan kami untuk mengabari Anda tentang perkembangan pelayanan dan penawaran materi kami secara lebih cepat dan hemat biaya.
Jika Anda tidak ingin lagi menerima Santapan Rohani melalui email, silakan klik di sini.
Demikianlah Artikel Santapan Rohani -- Hari-Hari Biasa Bersama Allah
Anda sekarang membaca artikel Santapan Rohani -- Hari-Hari Biasa Bersama Allah dengan alamat link https://beritayangterkini.blogspot.com/2016/06/santapan-rohani-hari-hari-biasa-bersama.html
0 Response to "Santapan Rohani -- Hari-Hari Biasa Bersama Allah"
Post a Comment