KLIK IKLAN

KLIK IKLAN

Santapan Rohani -- Hari-Hari Biasa Bersama Allah

Santapan Rohani -- Hari-Hari Biasa Bersama Allah - Hallo sahabat Berita Terkini, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Santapan Rohani -- Hari-Hari Biasa Bersama Allah, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Santapan Rohani -- Hari-Hari Biasa Bersama Allah
link : Santapan Rohani -- Hari-Hari Biasa Bersama Allah

Baca juga


Santapan Rohani -- Hari-Hari Biasa Bersama Allah

       
Hari-Hari Biasa Bersama Allah
Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. —1 Korintus 10:13

Baca: Kejadian 12:1-4; 17:1-2
 
12:1Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 12:2Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. 12:3Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
12:4Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.


Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

Bacaan Alkitab Setahun:
Ezra 9–10 ; Kisah Para Rasul 1

Mendengarkan kesaksian orang-orang tentang karya luar biasa yang Allah perbuat dalam hidup mereka dapat membuat kita terusik. Meskipun kita mungkin ikut bersyukur ketika mendengar Allah menjawab doa-doa orang lain, bisa jadi kita sendiri bertanya-tanya mengapa Allah belum melakukan sesuatu yang luar biasa dalam hidup kita akhir-akhir ini.

Mudah untuk membayangkan andai saja Allah melakukan hal-hal yang ajaib bagi kita seperti yang dilakukan-Nya bagi Abraham, kita pun akan lebih termotivasi untuk menjadi hamba-Nya yang setia. Namun kita harus ingat bahwa Allah menampakkan diri kepada Abraham setiap 12 hingga 14 tahun sekali, sedangkan sebagian besar dari hidup Abraham dijalani dengan biasa-biasa saja (lihat Kej. 12:1-4; 15:1-6; 16:16–17:12).

Allah biasanya berkarya di belakang layar dalam kehidupan sehari-hari. Terlihat dari ayat kita hari ini, “Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar” (1Kor. 10:13). Setiap hari Allah bekerja melindungi kita dari serangan gencar si Iblis yang mengancam untuk membuat kita tak berdaya dan takluk. Ketika pencobaan datang, Allah menyediakan jalan keluar agar kita dapat melepaskan diri.

Sebelum kita terlelap di malam hari, patutlah kita berhenti sejenak untuk bersyukur kepada Allah atas segala hal luar biasa yang telah dilakukan-Nya bagi kita di tengah hidup kita sehari-hari. Oleh karena itu, daripada merindukan Allah melakukan sesuatu yang spektakuler bagi Anda, bersyukurlah kepada-Nya! Karena sebenarnya Dia telah melakukan sesuatu yang luar biasa bagi Anda.


Tuhan, tolong aku untuk selalu menyadari bahwa kuasa dan kehadiran-Mu menyertaiku bahkan dalam hidupku sehari-hari. Aku bersyukur akan karya luar biasa yang tidak kusadari telah Kaulakukan bagiku.
Allah selalu memegang kendali di belakang layar, bahkan dalam kehidupan kita sehari-hari yang “biasa-biasa” saja.
Wawasan:
Adakalanya kita tidak memperhatikan usia para tokoh di Alkitab, kecuali jika usia itu mencengangkan kita (seperti Metusalah, yang berumur 969 tahun saat ia mati [Kej. 5:27]). Jika detail yang tercatat hanya sedikit, hal itu justru perlu mendapat perhatian khusus. Kita dapat bertanya: mengapa itu dicatat? Umur Abraham di ayat 4 dalam bacaan hari ini adalah salah satu detail tersebut. Abraham berusia 75 tahun saat ia menuruti panggilan untuk mengikuti Allah. Ia tumbuh di lingkungan dan keluarga yang menyembah berhala (Yos. 24:2). Mungkin saja penyebutan tentang umurnya adalah untuk menunjukkan bahwa Allah memanggil setiap orang di waktu dan dengan cara yang Dia kehendaki. Bagi kita, mungkin lebih masuk akal memanggil seseorang untuk pergi ke tempat yang jauh dan memulai suatu keluarga besar ketika ia masih muda. Namun soal waktu adalah hak Allah, bahkan ketika itu tidak masuk akal bagi kita.

Bagikan pendapat Anda tentang renungan hari ini di Facebook.

Anda bisa memberikan dampak yang berarti.

Persembahan kasih seberapa pun memampukan kami untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup.

Our Daily Bread Ministries

Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat diterima dan dimengerti oleh semua orang.

Visi kami adalah melihat orang-orang dari segala bangsa mengalami persekutuan pribadi dengan Kristus, bertumbuh semakin menyerupai Dia, dan melayani di jemaat lokal yang merupakan anggota keluarga-Nya.

Copyright © 2016, Our Daily Bread Ministries, Grand Rapids, MI 49555 USA. Diperlukan izin tertulis dari Our Daily Bread Ministries untuk meneruskan atau menyebarluaskannya.


Anda menerima email ini karena alamat email Anda tercantum dalam daftar pembaca Santapan Rohani.
Berkomunikasi melalui email memampukan kami untuk mengabari Anda tentang perkembangan pelayanan dan penawaran materi kami secara lebih cepat dan hemat biaya.

Jika Anda tidak ingin lagi menerima Santapan Rohani melalui email, silakan klik di sini.
 

[2016-06-14]


Demikianlah Artikel Santapan Rohani -- Hari-Hari Biasa Bersama Allah

Sekianlah artikel Santapan Rohani -- Hari-Hari Biasa Bersama Allah kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Santapan Rohani -- Hari-Hari Biasa Bersama Allah dengan alamat link https://beritayangterkini.blogspot.com/2016/06/santapan-rohani-hari-hari-biasa-bersama.html

0 Response to "Santapan Rohani -- Hari-Hari Biasa Bersama Allah"

Post a Comment