Judul : Santapan Rohani -- Gaya Hidup Kita
link : Santapan Rohani -- Gaya Hidup Kita
Santapan Rohani -- Gaya Hidup Kita
Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974
Ayub 14–16 ; Kisah Para Rasul 9:22-43
Saya tergugah oleh frasa “gaya hidup kita” yang dicantumkan pada salah satu ayat dari Alkitab terjemahan kontemporer. Ketika mencari frasa itu dengan Google, kebanyakan hasil pencarian terfokus pada hal-hal yang dianggap orang dapat mengancam gaya hidup mereka selama ini. Di antaranya yang dianggap paling mengancam adalah masalah perubahan iklim, terorisme, dan kebijakan pemerintah.
Saya pun bertanya-tanya, Apa sebenarnya gaya hidup kita sebagai pengikut Yesus? Apakah sesuatu yang membuat kita merasa nyaman, aman, dan bahagia, ataukah yang lebih dari itu?
Paulus mengingatkan umat Kristen di Efesus tentang karya luar biasa Allah yang telah mengubah hidup mereka. “Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita—oleh kasih karunia kamu diselamatkan” (Ef. 2:4-5). Hasilnya, kita “diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (ay.10).
Berbuat baik, menolong sesama, memberi, mengasihi, dan melayani dalam nama Yesus—semua itu patut menjadi gaya hidup kita. Bagi orang percaya, tindakan-tindakan itu merupakan keharusan dan alasan utama mengapa Allah memberikan kita hidup di dalam Kristus.
Dalam dunia yang selalu berubah-ubah, Allah telah memanggil dan memampukan kita untuk menjalani kehidupan yang melayani sesama dan memuliakan-Nya.
Paulus mengajarkan tentang perbedaan yang tegas di Efesus 2:1. Ia mengatakan kepada para pembacanya bahwa mereka sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa mereka. Dengan menggunakan kata kerja bentuk lampau, ia menjelaskan tentang kehidupan yang baru bagi mereka yang mengikut Kristus. Kini mereka tidak lagi mati secara rohani, melainkan hidup di dalam Kristus. Paulus tidak membeda-bedakan antara pelanggaran, ketidaktaatan terhadap standar yang telah diketahui dan ditetapkan, dan dosa, sebagai kegagalan manusia untuk mencapai kekudusan Allah. Ia menunjukkan bahwa ketika para pengikut Kristus gagal mencapai standar Allah yang sempurna dan suci, baik sadar atau tidak sadar, mereka sedang menjalani kehidupan yang tidak lagi sesuai hidup baru yang telah mereka terima. Kebangkitan Kristus telah menghidupkan kembali hati kita yang pernah mati.
Bagikan pendapat Anda tentang renungan hari ini di Facebook.
Anda bisa memberikan dampak yang berarti.
Persembahan kasih seberapa pun memampukan kami untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup.
Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat diterima dan dimengerti oleh semua orang.
Visi kami adalah melihat orang-orang dari segala bangsa mengalami persekutuan pribadi dengan Kristus, bertumbuh semakin menyerupai Dia, dan melayani di jemaat lokal yang merupakan anggota keluarga-Nya.
Copyright © 2016, Our Daily Bread Ministries, Grand Rapids, MI 49555 USA. Diperlukan izin tertulis dari Our Daily Bread Ministries untuk meneruskan atau menyebarluaskannya.
Anda menerima email ini karena alamat email Anda tercantum dalam daftar pembaca Santapan Rohani.
Berkomunikasi melalui email memampukan kami untuk mengabari Anda tentang perkembangan pelayanan dan penawaran materi kami secara lebih cepat dan hemat biaya.
Jika Anda tidak ingin lagi menerima Santapan Rohani melalui email, silakan klik di sini.
Demikianlah Artikel Santapan Rohani -- Gaya Hidup Kita
Anda sekarang membaca artikel Santapan Rohani -- Gaya Hidup Kita dengan alamat link https://beritayangterkini.blogspot.com/2016/06/santapan-rohani-gaya-hidup-kita.html
0 Response to "Santapan Rohani -- Gaya Hidup Kita"
Post a Comment