KLIK IKLAN

KLIK IKLAN

Santapan Rohani -- Bersikap Dingin

Santapan Rohani -- Bersikap Dingin - Hallo sahabat Berita Terkini, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Santapan Rohani -- Bersikap Dingin, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Santapan Rohani -- Bersikap Dingin
link : Santapan Rohani -- Bersikap Dingin

Baca juga


Santapan Rohani -- Bersikap Dingin

       
Bersikap Dingin
Pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian. —Ayub 12:13

Baca: Ayub 11:7-20

11:7Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? 11:8Tingginya seperti langit -- apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati -- apa yang dapat kauketahui? 11:9Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera. 11:10Apabila Ia lewat, melakukan penangkapan, dan mengadakan pengadilan, siapa dapat menghalangi-Nya? 11:11Karena Ia mengenal penipu dan melihat kejahatan tanpa mengamat-amatinya. 11:12Jikalau orang dungu dapat mengerti, maka anak keledai liar pun dapat lahir sebagai manusia.
11:13Jikalau engkau ini menyediakan hatimu, dan menadahkan tanganmu kepada-Nya; 11:14jikalau engkau menjauhkan kejahatan dalam tanganmu, dan tidak membiarkan kecurangan ada dalam kemahmu, 11:15maka sesungguhnya, engkau dapat mengangkat mukamu tanpa cela, dan engkau akan berdiri teguh dan tidak akan takut, 11:16bahkan engkau akan melupakan kesusahanmu, hanya teringat kepadanya seperti kepada air yang telah mengalir lalu. 11:17Kehidupanmu akan menjadi lebih cemerlang dari pada siang hari, kegelapan akan menjadi terang seperti pagi hari. 11:18Engkau akan merasa aman, sebab ada harapan, dan sesudah memeriksa kiri kanan, engkau akan pergi tidur dengan tenteram; 11:19engkau akan berbaring tidur dengan tidak diganggu, dan banyak orang akan mengambil muka kepadamu. 11:20Tetapi mata orang fasik akan menjadi rabun, mereka tidak dapat melarikan diri lagi; yang masih diharapkan mereka hanyalah menghembuskan nafas.'


Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

Karena putus asa, seorang wanita menghubungi Pusat Layanan Perumahan tempat saya bekerja. Rusaknya alat pemanas ruangan di rumah kontrakannya membuat dirinya hampir membeku. Dengan panik, ia mengungkapkan kekhawatirannya atas keadaan anak-anaknya. Tanpa pikir panjang, saya menjawab sesuai prosedur resmi: “Pindah saja ke hotel dan kirimkan tagihannya kepada pemilik kontrakan Anda.” Ia pun marah dan menutup teleponnya.

Saya tahu jawaban standar yang harus diberikan, tetapi saya gagal memahami isi hati wanita itu. Ia ingin ada seseorang yang memahami ketakutan dan keputusasaannya. Ia ingin merasa bahwa ia tidak sendirian. Saya menyesal telah bersikap dingin terhadapnya.

Setelah Ayub kehilangan segalanya, yang ia miliki hanyalah sahabat-sahabat yang pandai menjawab tetapi sempit pemahamannya. Zofar berkata bahwa yang perlu Ayub lakukan hanyalah hidup sungguh-sungguh bagi Allah, maka “kehidupan [Ayub] akan menjadi lebih cemerlang dari pada siang hari” (Ayb. 11:17). Ayub menolak nasihat itu dan merespons dengan sindiran pedas, “Bersama-sama kamu hikmat akan mati” (12:2). Ayub tahu bahwa masalah-masalah nyata seperti yang dihadapinya tidak cukup ditanggapi dengan jawaban-jawaban standar.

Mudah bagi kita untuk mengecam sahabat-sahabat Ayub karena mereka gagal melihat dari sudut pandang yang lebih luas. Namun bukankah kita juga sering terlalu cepat memberi jawaban atas sesuatu yang tidak benar-benar kita pahami? Meskipun orang butuh jawaban, mereka lebih membutuhkan kesediaan kita untuk mendengarkan dan memahami mereka. Mereka butuh kepedulian kita.


Bapa, tolong kami untuk bersikap sebagai sahabat sebelum memberikan nasihat kepada orang lain. Terima kasih untuk kesempatan berharga ketika kami dapat mencurahkan isi hati kami kepada-Mu dalam doa. Terima kasih untuk Roh Kudus yang Engkau utus sehingga kami takkan pernah sendirian.
Orang akan mendengar apa yang kita katakan jika mereka tahu kita peduli kepada mereka.
Wawasan:
Banyak pakar berpendapat bahwa kitab Ayub merupakan kitab tertua dalam Alkitab, meski kitab itu tidak berisi kisah-kisah tertua mengenai penciptaan alam semesta dan kejatuhan manusia dalam dosa (lihat kitab Kejadian). Maka wajar apabila kitab tertua dalam Alkitab itu membahas tentang kenyataan paling umum yang dialami umat manusia, yaitu adanya penderitaan di dunia.

Bagikan pendapat Anda tentang renungan hari ini di Facebook.

Anda bisa memberikan dampak yang berarti.

Persembahan kasih seberapa pun memampukan kami untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup.

DONASI
Our Daily Bread Ministries

Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat diterima dan dimengerti oleh semua orang.

Visi kami adalah melihat orang-orang dari segala bangsa mengalami persekutuan pribadi dengan Kristus, bertumbuh semakin menyerupai Dia, dan melayani di jemaat lokal yang merupakan anggota keluarga-Nya.

Copyright © 2016, Our Daily Bread Ministries, Grand Rapids, MI 49555 USA. Diperlukan izin tertulis dari Our Daily Bread Ministries untuk meneruskan atau menyebarluaskannya.


Anda menerima email ini karena alamat email Anda tercantum dalam daftar pembaca Santapan Rohani.
Berkomunikasi melalui email memampukan kami untuk mengabari Anda tentang perkembangan pelayanan dan penawaran materi kami secara lebih cepat dan hemat biaya.

Jika Anda tidak ingin lagi menerima Santapan Rohani melalui email, silakan klik di sini.
 

[2016-07-01]


Demikianlah Artikel Santapan Rohani -- Bersikap Dingin

Sekianlah artikel Santapan Rohani -- Bersikap Dingin kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Santapan Rohani -- Bersikap Dingin dengan alamat link https://beritayangterkini.blogspot.com/2016/06/santapan-rohani-bersikap-dingin.html

0 Response to "Santapan Rohani -- Bersikap Dingin"

Post a Comment