Judul : Santapan Rohani -- Bersikap Dingin
link : Santapan Rohani -- Bersikap Dingin
Santapan Rohani -- Bersikap Dingin
Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974
Ayub 20–21 ; Kisah Para Rasul 10:24-48
Karena putus asa, seorang wanita menghubungi Pusat Layanan Perumahan tempat saya bekerja. Rusaknya alat pemanas ruangan di rumah kontrakannya membuat dirinya hampir membeku. Dengan panik, ia mengungkapkan kekhawatirannya atas keadaan anak-anaknya. Tanpa pikir panjang, saya menjawab sesuai prosedur resmi: “Pindah saja ke hotel dan kirimkan tagihannya kepada pemilik kontrakan Anda.” Ia pun marah dan menutup teleponnya.
Saya tahu jawaban standar yang harus diberikan, tetapi saya gagal memahami isi hati wanita itu. Ia ingin ada seseorang yang memahami ketakutan dan keputusasaannya. Ia ingin merasa bahwa ia tidak sendirian. Saya menyesal telah bersikap dingin terhadapnya.
Setelah Ayub kehilangan segalanya, yang ia miliki hanyalah sahabat-sahabat yang pandai menjawab tetapi sempit pemahamannya. Zofar berkata bahwa yang perlu Ayub lakukan hanyalah hidup sungguh-sungguh bagi Allah, maka “kehidupan [Ayub] akan menjadi lebih cemerlang dari pada siang hari” (Ayb. 11:17). Ayub menolak nasihat itu dan merespons dengan sindiran pedas, “Bersama-sama kamu hikmat akan mati” (12:2). Ayub tahu bahwa masalah-masalah nyata seperti yang dihadapinya tidak cukup ditanggapi dengan jawaban-jawaban standar.
Mudah bagi kita untuk mengecam sahabat-sahabat Ayub karena mereka gagal melihat dari sudut pandang yang lebih luas. Namun bukankah kita juga sering terlalu cepat memberi jawaban atas sesuatu yang tidak benar-benar kita pahami? Meskipun orang butuh jawaban, mereka lebih membutuhkan kesediaan kita untuk mendengarkan dan memahami mereka. Mereka butuh kepedulian kita.
Banyak pakar berpendapat bahwa kitab Ayub merupakan kitab tertua dalam Alkitab, meski kitab itu tidak berisi kisah-kisah tertua mengenai penciptaan alam semesta dan kejatuhan manusia dalam dosa (lihat kitab Kejadian). Maka wajar apabila kitab tertua dalam Alkitab itu membahas tentang kenyataan paling umum yang dialami umat manusia, yaitu adanya penderitaan di dunia.
Bagikan pendapat Anda tentang renungan hari ini di Facebook.
Anda bisa memberikan dampak yang berarti.
Persembahan kasih seberapa pun memampukan kami untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup.

Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat diterima dan dimengerti oleh semua orang.
Visi kami adalah melihat orang-orang dari segala bangsa mengalami persekutuan pribadi dengan Kristus, bertumbuh semakin menyerupai Dia, dan melayani di jemaat lokal yang merupakan anggota keluarga-Nya.
Copyright © 2016, Our Daily Bread Ministries, Grand Rapids, MI 49555 USA. Diperlukan izin tertulis dari Our Daily Bread Ministries untuk meneruskan atau menyebarluaskannya.
Anda menerima email ini karena alamat email Anda tercantum dalam daftar pembaca Santapan Rohani.
Berkomunikasi melalui email memampukan kami untuk mengabari Anda tentang perkembangan pelayanan dan penawaran materi kami secara lebih cepat dan hemat biaya.
Jika Anda tidak ingin lagi menerima Santapan Rohani melalui email, silakan klik di sini.
Demikianlah Artikel Santapan Rohani -- Bersikap Dingin
Anda sekarang membaca artikel Santapan Rohani -- Bersikap Dingin dengan alamat link https://beritayangterkini.blogspot.com/2016/06/santapan-rohani-bersikap-dingin.html
0 Response to "Santapan Rohani -- Bersikap Dingin"
Post a Comment