KLIK IKLAN

KLIK IKLAN

Santapan Rohani -- Belajar Mengasihi

Santapan Rohani -- Belajar Mengasihi - Hallo sahabat Berita Terkini, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Santapan Rohani -- Belajar Mengasihi, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Santapan Rohani -- Belajar Mengasihi
link : Santapan Rohani -- Belajar Mengasihi

Baca juga


Santapan Rohani -- Belajar Mengasihi

       
Belajar Mengasihi
Kejarlah kasih itu. —1 Korintus 14:1

Baca: 1 Korintus 13
 
13:1Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. 13:2Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. 13:3Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.
13:4Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 13:5Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 13:6Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 13:7Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
13:8Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. 13:9Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. 13:10Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. 13:11Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. 13:12Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. 13:13Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.


Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

Cinta tidak saja membuat “dunia ini berputar”, seperti kata sebuah lagu lama. Cinta juga bisa menjadikan kita sangat rentan. Mungkin adakalanya kita berkata pada diri sendiri: “Apa gunanya mencintai seseorang yang tak menghargainya?” atau “Untuk apa mengasihi jika itu dapat membuatku terluka?” Namun Rasul Paulus memberikan alasan yang jelas dan sederhana untuk mengejar kasih: “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. Kejarlah kasih itu” (1Kor. 13:13–14:1).

C. K. Barrett, seorang penafsir Alkitab, menulis, “Kasih adalah perbuatan yang keluar dari sifat dasar Allah sendiri, dan ketika manusia mengasihi Allah atau sesamanya, mereka sedang melakukan (meskipun tidak sempurna) apa yang dilakukan oleh Allah.” Allah pun senang ketika kita berbuat seperti yang Dia lakukan.

Mengejar kasih dapat dimulai dengan merenungkan sejauh mana Anda hidup menurut ciri-ciri kasih yang disebutkan dalam 1 Korintus 13:4-7. Sebagai contoh, bagaimana saya dapat menunjukkan kesabaran kepada anak saya dengan kesabaran yang ditunjukkan Allah kepada saya? Bagaimana saya bisa menunjukkan kebaikan dan rasa hormat kepada orangtua saya? Apa artinya memperhatikan kepentingan orang lain di tempat kerja saya? Ketika seorang teman memperoleh berkat, apakah saya ikut bersukacita atau justru merasa iri?

Ketika kita mengejar kasih, kita akan mendapati diri kita terus-menerus bersandar kepada Allah, Sumber kasih, dan kepada Yesus, Teladan kasih yang teragung. Hanya dengan demikianlah kita akan semakin memahami makna kasih yang sejati sekaligus memperoleh kekuatan untuk mengasihi sesama sebagaimana Allah telah mengasihi kita.


Ya Allah, aku bersyukur karena Engkau itu kasih dan Engkau sangat mengasihiku. Mampukanlah aku untuk mengasihi sesama seperti yang Yesus tunjukkan agar seluruh dunia tahu bahwa aku ini anak-Mu.
Kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. —1 Yohanes 4:7
Wawasan:
Kasih didefinisikan sebagai pengorbanan berupa waktu, uang, atau tenaga seseorang yang diberikannya dengan tidak mengharapkan balasan. Definisi itu sudah cukup baik. Namun bacaan hari ini membahas suatu kasih yang lebih mendalam, yakni kasih yang ditunjukkan oleh seseorang yang hatinya diserahkan kepada Allah.

Bagikan pendapat Anda tentang renungan hari ini di Facebook.

Anda bisa memberikan dampak yang berarti.

Persembahan kasih seberapa pun memampukan kami untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup.

Our Daily Bread Ministries

Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat diterima dan dimengerti oleh semua orang.

Visi kami adalah melihat orang-orang dari segala bangsa mengalami persekutuan pribadi dengan Kristus, bertumbuh semakin menyerupai Dia, dan melayani di jemaat lokal yang merupakan anggota keluarga-Nya.

Copyright © 2016, Our Daily Bread Ministries, Grand Rapids, MI 49555 USA. Diperlukan izin tertulis dari Our Daily Bread Ministries untuk meneruskan atau menyebarluaskannya.


Anda menerima email ini karena alamat email Anda tercantum dalam daftar pembaca Santapan Rohani.
Berkomunikasi melalui email memampukan kami untuk mengabari Anda tentang perkembangan pelayanan dan penawaran materi kami secara lebih cepat dan hemat biaya.

Jika Anda tidak ingin lagi menerima Santapan Rohani melalui email, silakan klik di sini.
 

[2016-06-21]


Demikianlah Artikel Santapan Rohani -- Belajar Mengasihi

Sekianlah artikel Santapan Rohani -- Belajar Mengasihi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Santapan Rohani -- Belajar Mengasihi dengan alamat link https://beritayangterkini.blogspot.com/2016/06/santapan-rohani-belajar-mengasihi.html

0 Response to "Santapan Rohani -- Belajar Mengasihi"

Post a Comment