Judul : Santapan Rohani -- Belajar Mengasihi
link : Santapan Rohani -- Belajar Mengasihi
Santapan Rohani -- Belajar Mengasihi
Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974
Ester 3–5 ; Kisah Para Rasul 5:22-42
Cinta tidak saja membuat “dunia ini berputar”, seperti kata sebuah lagu lama. Cinta juga bisa menjadikan kita sangat rentan. Mungkin adakalanya kita berkata pada diri sendiri: “Apa gunanya mencintai seseorang yang tak menghargainya?” atau “Untuk apa mengasihi jika itu dapat membuatku terluka?” Namun Rasul Paulus memberikan alasan yang jelas dan sederhana untuk mengejar kasih: “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. Kejarlah kasih itu” (1Kor. 13:13–14:1).
C. K. Barrett, seorang penafsir Alkitab, menulis, “Kasih adalah perbuatan yang keluar dari sifat dasar Allah sendiri, dan ketika manusia mengasihi Allah atau sesamanya, mereka sedang melakukan (meskipun tidak sempurna) apa yang dilakukan oleh Allah.” Allah pun senang ketika kita berbuat seperti yang Dia lakukan.
Mengejar kasih dapat dimulai dengan merenungkan sejauh mana Anda hidup menurut ciri-ciri kasih yang disebutkan dalam 1 Korintus 13:4-7. Sebagai contoh, bagaimana saya dapat menunjukkan kesabaran kepada anak saya dengan kesabaran yang ditunjukkan Allah kepada saya? Bagaimana saya bisa menunjukkan kebaikan dan rasa hormat kepada orangtua saya? Apa artinya memperhatikan kepentingan orang lain di tempat kerja saya? Ketika seorang teman memperoleh berkat, apakah saya ikut bersukacita atau justru merasa iri?
Ketika kita mengejar kasih, kita akan mendapati diri kita terus-menerus bersandar kepada Allah, Sumber kasih, dan kepada Yesus, Teladan kasih yang teragung. Hanya dengan demikianlah kita akan semakin memahami makna kasih yang sejati sekaligus memperoleh kekuatan untuk mengasihi sesama sebagaimana Allah telah mengasihi kita.
Kasih didefinisikan sebagai pengorbanan berupa waktu, uang, atau tenaga seseorang yang diberikannya dengan tidak mengharapkan balasan. Definisi itu sudah cukup baik. Namun bacaan hari ini membahas suatu kasih yang lebih mendalam, yakni kasih yang ditunjukkan oleh seseorang yang hatinya diserahkan kepada Allah.
Bagikan pendapat Anda tentang renungan hari ini di Facebook.
Anda bisa memberikan dampak yang berarti.
Persembahan kasih seberapa pun memampukan kami untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup.
Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat diterima dan dimengerti oleh semua orang.
Visi kami adalah melihat orang-orang dari segala bangsa mengalami persekutuan pribadi dengan Kristus, bertumbuh semakin menyerupai Dia, dan melayani di jemaat lokal yang merupakan anggota keluarga-Nya.
Copyright © 2016, Our Daily Bread Ministries, Grand Rapids, MI 49555 USA. Diperlukan izin tertulis dari Our Daily Bread Ministries untuk meneruskan atau menyebarluaskannya.
Anda menerima email ini karena alamat email Anda tercantum dalam daftar pembaca Santapan Rohani.
Berkomunikasi melalui email memampukan kami untuk mengabari Anda tentang perkembangan pelayanan dan penawaran materi kami secara lebih cepat dan hemat biaya.
Jika Anda tidak ingin lagi menerima Santapan Rohani melalui email, silakan klik di sini.
Demikianlah Artikel Santapan Rohani -- Belajar Mengasihi
Anda sekarang membaca artikel Santapan Rohani -- Belajar Mengasihi dengan alamat link https://beritayangterkini.blogspot.com/2016/06/santapan-rohani-belajar-mengasihi.html
0 Response to "Santapan Rohani -- Belajar Mengasihi"
Post a Comment