Judul : Santapan Rohani -- Abba, Bapa
link : Santapan Rohani -- Abba, Bapa
Santapan Rohani -- Abba, Bapa
Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974
Nehemia 12–13 ; Kisah Rasul 4:23-37
Di selembar kartu ucapan Hari Ayah, digambarkan seorang ayah dengan satu tangan terjulur menggerakkan mesin pemotong rumput di depannya, sementara tangan lainnya dengan terampil menarik gerobak anak-anak di belakangnya. Di gerobak itu, duduk putri kecilnya yang begitu girang karena dapat berkeliling di halaman rumah yang bising karena bunyi mesin. Mungkin saja itu bukan keputusan yang bijak, tetapi siapa bilang pria tidak bisa melakukan beberapa pekerjaan sekaligus?
Jika Anda mempunyai seorang ayah yang baik, adegan semacam itu dapat menggugah kenangan yang indah. Namun bagi kebanyakan orang, sebutan “Ayah” tidak memberi kesan seindah itu. Siapa yang dapat kita andalkan jika ayah kita telah pergi, atau ia tidak seperti yang kita harapkan, bahkan pernah melukai kita?
Sebagai ayah, Raja Daud tentu mempunyai kelemahan, tetapi ia memahami sifat kebapaan dari Allah. Ia menulis, “Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus. Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara” (Mzm. 68:6-7). Rasul Paulus memperluas gagasan itu: “Kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah.” Kemudian, dengan menggunakan kata dalam bahasa Aram untuk ayah—istilah yang digunakan anak-anak untuk memanggil ayah mereka—Paulus menambahkan, “Oleh Roh itu kita berseru: ‘ya Abba, ya Bapa!’” (Rm. 8:15). Kata itu juga yang digunakan Yesus saat berdoa kepada Bapa-Nya di tengah penderitaan berat yang dialami-Nya pada malam Dia dikhianati (Mrk. 14:36).
Sungguh suatu hak istimewa bagi kita untuk datang kepada Allah dengan menyebut-Nya “Abba” seperti yang digunakan oleh Yesus! Abba, Bapa kita, menyambut siapa saja yang mau berpaling kepada-Nya untuk menjadi anggota keluarga-Nya.
Roh Kudus mendiami setiap orang percaya di dalam Kristus dan Dialah sumber kehidupan rohani kita (Rm. 8:9-14). Roh Kudus adalah meterai dan jaminan (Ef. 1:13-14) bahwa kita adalah anak-anak Allah (Rm. 8:15-16; Gal. 4:5). Sebagai anak-anak Allah, kita bertanggung jawab kepada Bapa untuk tidak hidup menurut daging (Rm. 8:12) melainkan “mematikan perbuatan-perbuatan tubuh” (Rm. 8:13; Kol. 3:5-11). Kita harus “dipimpin oleh Roh Allah” (Rm. 8:14; Gal. 5:16-18,25). Dalam kuasa Roh, anak-anak Allah akan menunjukkan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (ay.22-23).
Bagikan pendapat Anda tentang renungan hari ini di Facebook.
Anda bisa memberikan dampak yang berarti.
Persembahan kasih seberapa pun memampukan kami untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup.
Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat diterima dan dimengerti oleh semua orang.
Visi kami adalah melihat orang-orang dari segala bangsa mengalami persekutuan pribadi dengan Kristus, bertumbuh semakin menyerupai Dia, dan melayani di jemaat lokal yang merupakan anggota keluarga-Nya.
Copyright © 2016, Our Daily Bread Ministries, Grand Rapids, MI 49555 USA. Diperlukan izin tertulis dari Our Daily Bread Ministries untuk meneruskan atau menyebarluaskannya.
Anda menerima email ini karena alamat email Anda tercantum dalam daftar pembaca Santapan Rohani.
Berkomunikasi melalui email memampukan kami untuk mengabari Anda tentang perkembangan pelayanan dan penawaran materi kami secara lebih cepat dan hemat biaya.
Jika Anda tidak ingin lagi menerima Santapan Rohani melalui email, silakan klik di sini.
Demikianlah Artikel Santapan Rohani -- Abba, Bapa
Anda sekarang membaca artikel Santapan Rohani -- Abba, Bapa dengan alamat link https://beritayangterkini.blogspot.com/2016/06/santapan-rohani-abba-bapa.html
0 Response to "Santapan Rohani -- Abba, Bapa"
Post a Comment