KLIK IKLAN

KLIK IKLAN

Santapan Rohani -- Abba, Bapa

Santapan Rohani -- Abba, Bapa - Hallo sahabat Berita Terkini, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Santapan Rohani -- Abba, Bapa, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Santapan Rohani -- Abba, Bapa
link : Santapan Rohani -- Abba, Bapa

Baca juga


Santapan Rohani -- Abba, Bapa

       
Abba, Bapa
Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus. —Mazmur 68:6

Baca: Roma 8:12-17

8:12Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. 8:13Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. 8:14Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. 8:15Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" 8:16Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 8:17Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.


Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

Bacaan Alkitab Setahun:
Nehemia 12–13 ; Kisah Rasul 4:23-37

Di selembar kartu ucapan Hari Ayah, digambarkan seorang ayah dengan satu tangan terjulur menggerakkan mesin pemotong rumput di depannya, sementara tangan lainnya dengan terampil menarik gerobak anak-anak di belakangnya. Di gerobak itu, duduk putri kecilnya yang begitu girang karena dapat berkeliling di halaman rumah yang bising karena bunyi mesin. Mungkin saja itu bukan keputusan yang bijak, tetapi siapa bilang pria tidak bisa melakukan beberapa pekerjaan sekaligus?

Jika Anda mempunyai seorang ayah yang baik, adegan semacam itu dapat menggugah kenangan yang indah. Namun bagi kebanyakan orang, sebutan “Ayah” tidak memberi kesan seindah itu. Siapa yang dapat kita andalkan jika ayah kita telah pergi, atau ia tidak seperti yang kita harapkan, bahkan pernah melukai kita?

Sebagai ayah, Raja Daud tentu mempunyai kelemahan, tetapi ia memahami sifat kebapaan dari Allah. Ia menulis, “Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus. Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara” (Mzm. 68:6-7). Rasul Paulus memperluas gagasan itu: “Kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah.” Kemudian, dengan menggunakan kata dalam bahasa Aram untuk ayah—istilah yang digunakan anak-anak untuk memanggil ayah mereka—Paulus menambahkan, “Oleh Roh itu kita berseru: ‘ya Abba, ya Bapa!’” (Rm. 8:15). Kata itu juga yang digunakan Yesus saat berdoa kepada Bapa-Nya di tengah penderitaan berat yang dialami-Nya pada malam Dia dikhianati (Mrk. 14:36).

Sungguh suatu hak istimewa bagi kita untuk datang kepada Allah dengan menyebut-Nya “Abba” seperti yang digunakan oleh Yesus! Abba, Bapa kita, menyambut siapa saja yang mau berpaling kepada-Nya untuk menjadi anggota keluarga-Nya.


Bapa Surgawi, aku ingin menjadi bagian dari keluarga-Mu. Aku percaya Anak-Mu yang tunggal mati demi dosa-dosaku. Ampunilah dan tolonglah aku.
Ayah yang baik memancarkan kasih Bapa Surgawi.
Wawasan:
Roh Kudus mendiami setiap orang percaya di dalam Kristus dan Dialah sumber kehidupan rohani kita (Rm. 8:9-14). Roh Kudus adalah meterai dan jaminan (Ef. 1:13-14) bahwa kita adalah anak-anak Allah (Rm. 8:15-16; Gal. 4:5). Sebagai anak-anak Allah, kita bertanggung jawab kepada Bapa untuk tidak hidup menurut daging (Rm. 8:12) melainkan “mematikan perbuatan-perbuatan tubuh” (Rm. 8:13; Kol. 3:5-11). Kita harus “dipimpin oleh Roh Allah” (Rm. 8:14; Gal. 5:16-18,25). Dalam kuasa Roh, anak-anak Allah akan menunjukkan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (ay.22-23).

Bagikan pendapat Anda tentang renungan hari ini di Facebook.

Anda bisa memberikan dampak yang berarti.

Persembahan kasih seberapa pun memampukan kami untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup.

Our Daily Bread Ministries

Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat diterima dan dimengerti oleh semua orang.

Visi kami adalah melihat orang-orang dari segala bangsa mengalami persekutuan pribadi dengan Kristus, bertumbuh semakin menyerupai Dia, dan melayani di jemaat lokal yang merupakan anggota keluarga-Nya.

Copyright © 2016, Our Daily Bread Ministries, Grand Rapids, MI 49555 USA. Diperlukan izin tertulis dari Our Daily Bread Ministries untuk meneruskan atau menyebarluaskannya.


Anda menerima email ini karena alamat email Anda tercantum dalam daftar pembaca Santapan Rohani.
Berkomunikasi melalui email memampukan kami untuk mengabari Anda tentang perkembangan pelayanan dan penawaran materi kami secara lebih cepat dan hemat biaya.

Jika Anda tidak ingin lagi menerima Santapan Rohani melalui email, silakan klik di sini.
 

[2016-06-19]


Demikianlah Artikel Santapan Rohani -- Abba, Bapa

Sekianlah artikel Santapan Rohani -- Abba, Bapa kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Santapan Rohani -- Abba, Bapa dengan alamat link https://beritayangterkini.blogspot.com/2016/06/santapan-rohani-abba-bapa.html

0 Response to "Santapan Rohani -- Abba, Bapa"

Post a Comment